Minggu, 24 Mei 2026

Perkuat Kolaborasi, Kemdiktisaintek Tekankan Pembelajaran Berdampak di Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Jumat, 26 Desember 2025 11:20 WIB
Perkuat Kolaborasi, Kemdiktisaintek Tekankan Pembelajaran Berdampak di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) berfoto bersama jajaran Kemdiktisaintek dan pengurus Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) usai audiensi pembahasan penguatan pembelajaran berdampak
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong penguatan pembelajaran berdampak serta kolaborasi lintas disiplin bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Indonesia. Dorongan tersebut disampaikan dalam audiensi antara Kemdiktisaintek dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) yang digelar di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Audiensi ini membahas peran strategis pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis dalam menjawab tantangan pembangunan nasional melalui pendekatan pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi serta berorientasi pada dampak jangka panjang.

Dalam pertemuan tersebut, AFEBI memaparkan sejumlah hasil kongres organisasi yang akan ditindaklanjuti, di antaranya rencana pengembangan sistem pembelajaran berbasis societal impact serta pembentukan Indonesian Hub of Technopreneurship antarkampus. Kedua inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak” yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi menghasilkan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyambut positif gagasan-gagasan yang disampaikan AFEBI. Ia menegaskan komitmen Kemdiktisaintek untuk membuka ruang kolaborasi antarfakultas, antarkampus, serta antarorganisasi dalam menjawab persoalan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

“Integrasi antara pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi kunci agar ilmu pengetahuan benar-benar hadir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kemdiktisaintek siap memfasilitasi pertemuan dan kolaborasi jika dibutuhkan, agar tantangan yang ada dapat diselesaikan secara efektif,” ujar Menteri Brian.

Ketua AFEBI periode 2026–2028, Aurik Gustomo, menjelaskan bahwa konsep societal impact bertujuan mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi secara utuh dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan ini juga diarahkan agar selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga kontribusi pendidikan tinggi dapat diukur dalam jangka menengah hingga panjang.

“Kami ingin memberikan sumbangan pemikiran untuk mengintegrasikan kegiatan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Konsep societal impact ini mengarahkan seluruh proses pembelajaran agar menghasilkan dampak berkelanjutan dan terukur bagi masyarakat,” jelas Aurik.

Selain itu, AFEBI mengusulkan pembentukan Indonesian Hub of Technopreneurship sebagai wadah kolaborasi lintas kampus dan lintas disiplin, khususnya antara fakultas ekonomi dan bisnis dengan rumpun sains, teknologi, dan rekayasa. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kurikulum interdisipliner, penguatan kewirausahaan berbasis teknologi, serta peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Brian menekankan pentingnya pengembangan kajian ekonomi yang kontekstual dengan realitas Indonesia serta terbuka terhadap pembaruan paradigma. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi yang lebih erat antara ilmu sosial humaniora dengan sains dan teknologi agar riset dan kebijakan yang dihasilkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Penguatan kolaborasi lintas disiplin turut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman. Ia menyampaikan perlunya kurasi produk riset yang siap dikomersialisasikan, pengembangan insentif inovasi, serta penyusunan indikator dan laporan inovasi nasional yang lebih kontekstual.

“Tantangan kita saat ini masih adanya kesenjangan antara hasil riset dan pemanfaatannya oleh masyarakat. Produk riset sebenarnya sudah banyak yang siap, tetapi nilai tambahnya belum optimal. Karena itu, diperlukan narasi dan strategi hilirisasi agar manfaat riset benar-benar dirasakan,” ujar Fauzan.

Melalui audiensi ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan asosiasi keilmuan, termasuk AFEBI, guna memastikan pendidikan tinggi Indonesia semakin unggul, relevan, berdampak, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru