Senin, 06 April 2026

Kemdiktisaintek Pastikan Respons dan Pemulihan Bencana Sumatera Berjalan Berkelanjutan Bersama Kampus

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 10 Desember 2025 11:09 WIB
Kemdiktisaintek Pastikan Respons dan Pemulihan Bencana Sumatera Berjalan Berkelanjutan Bersama Kampus
Tim relawan perguruan tinggi memberikan layanan pendampingan psikososial dan bantuan kemanusiaan bagi penyintas banjir dan longsor di salah satu tenda pengungsian di Sumatera. (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng jaringan perguruan tinggi nasional untuk memperkuat dukungan terhadap penanganan bencana di Sumatera.

Kolaborasi ini mencakup mobilisasi sumber daya keilmuan, relawan, serta layanan profesi untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan respons darurat dan pemulihan awal, Selasa (9/12/2025).

Langkah tersebut merupakan implementasi agenda Diktisaintek Berdampak, yang menekankan peran aktif perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sejumlah kampus di Sumatera dan sekitarnya telah mengerahkan relawan, menyediakan layanan kesehatan, hingga membuka akses wilayah terdampak melalui operasi kemanusiaan terstruktur.

Universitas Negeri Padang (UNP) memperluas aksi kemanusiaan dengan membuka layanan pendampingan psikososial untuk penyintas banjir bandang di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Setelah mendirikan posko utama sejak 6 Desember 2025, UNP menurunkan 19 dosen dan mahasiswa dari Program Bimbingan dan Konseling untuk memberikan konseling trauma bersama ABKIN.

Layanan diberikan langsung di lokasi pengungsian dan pemukiman terdampak, mencakup penanganan gejala Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), penguatan mental warga, serta aktivitas pemulihan bagi anak-anak. UNP Peduli juga menyalurkan sembako, pakaian layak pakai, dan melakukan distribusi bantuan menggunakan perahu ponton hingga kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah terpencil.

Aksi cepat lainnya meliputi pembersihan 14 rumah warga, pembangunan jembatan darurat, pengaliran air ke musala, pembenahan jalur sungai, hingga pendampingan oleh konselor. Pergantian relawan gelombang kedua telah diberangkatkan untuk memastikan keberlanjutan layanan.

Dukungan juga datang dari Universitas Jambi (Unja) yang tiba di Posko Utama Kabupaten Solok pada Senin (8/12/2025). Bersama PMI Jambi dan IOF Jambi, Unja menyalurkan bantuan sembako, layanan kesehatan, serta trauma healing untuk penyintas.

Selain respons darurat, pimpinan Unja sedang merancang skema beasiswa khusus bagi mahasiswa terdampak bencana di Sumatra, termasuk mahasiswa asal Solok.

Universitas Syiah Kuala (USK) mengerahkan sekitar 300 relawan, termasuk 100 tenaga medis dalam Satgas Respons Senyar, untuk memulihkan layanan kesehatan dan logistik di wilayah terdampak.

Relawan Mapala Leuser USK menjadi tim pertama yang mencapai Desa Bergang, Kecamatan Ketol — wilayah yang terisolasi tujuh hari akibat 14 titik longsor dan kerusakan jembatan. Mereka menempuh lebih dari 80 kilometer jalur ekstrem, menyeberangi sungai dengan sling darurat, hingga berhasil menjangkau 551 warga.

Tim medis gabungan dari berbagai institusi kesehatan dan organisasi profesi—termasuk Tim Bantuan Medis 110, AMSA UMI, Fakultas Kedokteran UMI, AMDA, IDAI, dan Perdatin— bekerja sama dengan FK USU serta Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pada 6 Desember 2025.

Mereka menangani pemeriksaan kesehatan umum, perawatan luka, hingga penjahitan intensif untuk 20 pasien. Survei lapangan mengidentifikasi kendala signifikan: akses berlumpur, listrik padam, keterbatasan air bersih, serta fasilitas kesehatan yang belum dapat beroperasi.

Selain layanan medis, tim menyerahkan bantuan kepada Kodim Aceh Tamiang dan melaporkan kebutuhan mendesak seperti air minum, selimut, pakaian, dan peralatan medis steril.

Universitas Baiturrahmah menyalurkan paket sembako dan kebutuhan dapur untuk warga terdampak di Batu Busuk dan Gunung Nago, Kota Padang.
Sementara itu, Tim Gabungan Relawan Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan penyisiran pemukiman yang tertimbun lumpur di Kabupaten Agam.

Seluruh aksi tersebut berada dalam koordinasi jejaring tanggap bencana Kemdiktisaintek yang menghubungkan keahlian perguruan tinggi dengan kebutuhan lapangan.

Kemdiktisaintek memastikan pemantauan terus dilakukan terhadap perkembangan situasi di Sumatera. Kementerian juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung penanganan hingga tahap pemulihan pascabencana.

“Kolaborasi kampus adalah kekuatan strategis. Ini bukan hanya respons cepat, tetapi keberlanjutan dukungan berbasis ilmu pengetahuan untuk masyarakat,” demikian pernyataan resmi Kemdiktisaintek.

Kemdiktisaintek berharap kerja sama ini memberikan dampak nyata bagi penyintas sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru