Selasa, 07 April 2026

Program Pengabdian Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Sumatera Dikonsolidasikan Kemdiktisaintek

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 05 Desember 2025 09:14 WIB
Program Pengabdian Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Sumatera Dikonsolidasikan Kemdiktisaintek
Relawan perguruan tinggi bersama alat berat melakukan pembersihan material lumpur di kawasan terdampak banjir di Sumatra Barat. (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) bergerak cepat merespons bencana banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025.

Sebagai pelaksanaan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, kementerian mengonsolidasikan 28 Perguruan Tinggi Posko dan 11 Perguruan Tinggi Pendukung dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penanganan darurat bencana.

“Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga kekuatan kemanusiaan. Dalam situasi darurat seperti di Sumatra, kehadiran akademisi, peneliti, dan mahasiswa menjadi wujud nyata bahwa ilmu, teknologi, dan inovasi harus bekerja untuk masyarakat. Kami memastikan seluruh sumber daya perguruan tinggi bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” ujar Menteri Brian.

Rapat Koordinasi Nasional yang digelar pada Senin (30/11/2025) dihadiri lebih dari 160 peserta dan menegaskan peran perguruan tinggi sebagai garda ilmiah tanggap darurat berbasis Iptek, dengan koordinasi erat bersama BNPB, TNI, Kemenkes, dan Kemensos. Dalam skema ini, Perguruan Tinggi Posko berperan sebagai pusat komando lapangan, sementara Perguruan Tinggi Pendukung menyediakan tenaga ahli, teknologi, dan pendampingan intervensi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa program tanggap darurat bencana disusun berdasarkan kerangka penanganan terpadu yang berfokus pada delapan pilar utama:

1. Distribusi logistik

2. Layanan kesehatan dan gizi

3. Pendampingan psikososial

4. Rehabilitasi sanitasi dan penyediaan air bersih

5. Pendidikan darurat

6. Pemulihan ekonomi

7. Dukungan administrasi publik

8. Mitigasi dan edukasi kebencanaan.

“Pilar-pilar ini dirancang untuk memastikan respons yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Dirjen Fauzan dalam pengarahan daring Tanggap Darurat Bencana Sumatra, Minggu (30/11/2025).

Hasil asesmen lapangan mengidentifikasi berbagai kebutuhan kritis, mulai dari akses jalan yang terputus, jaringan komunikasi lumpuh, keterbatasan BBM, hingga hambatan distribusi logistik yang mengharuskan penggunaan jalur alternatif. Pemetaan geografis serta kapasitas perguruan tinggi posko menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran.

Program pengabdian ini dilaksanakan dalam dua tahap:

Tahap tanggap darurat (hingga 31 Desember 2025): berfokus pada logistik, layanan kesehatan, air bersih, sanitasi, pendidikan darurat, dan pemulihan awal.

Tahap pemulihan (2026): meliputi rehabilitasi, pemulihan ekonomi, hingga inovasi berbasis teknologi.

Setiap perguruan tinggi dapat mengajukan hingga lima proposal dengan plafon Rp500 juta, dengan fleksibilitas anggaran hingga 85% demi menyesuaikan kebutuhan lapangan. Intervensi mencakup teknologi filtrasi air, desalinasi, sanitasi portabel, hingga pendirian posko di wilayah terdampak termasuk daerah terpencil.

Kebutuhan dasar seperti tenda, dapur umum, MCK, obat-obatan, air bersih, BBM, dan internet darurat masih memerlukan percepatan pemenuhan. Untuk itu, Kemdiktisaintek telah melakukan berbagai langkah percepatan, antara lain Rapid Assessment, bimbingan teknis penyusunan proposal, penyempurnaan KAK dan format proposal, penyaluran logistik awal termasuk teknologi air bersih portabel, hingga skema bantuan khusus bagi mahasiswa terdampak.

Gerak cepat perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek menegaskan bahwa riset, teknologi, dan inovasi adalah bagian integral dari misi kemanusiaan.

Dengan semangat “Diktisaintek Berdampak”, perguruan tinggi memastikan kehadiran yang tepat waktu, tepat kebutuhan, serta mendukung pemulihan masyarakat Sumatra secara cepat, inklusif, dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru