Sabtu, 11 April 2026

Jabar Ditunjuk sebagai Percontohan Penerapan SMK Go Global

Rabu, 03 Desember 2025 09:07 WIB
Jabar Ditunjuk sebagai Percontohan Penerapan SMK Go Global
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan melambaikan tangan kepada para siswa SMKN 1 Kota Bandung yang menyambutnya dari balkon sekolah saat kunjungan kerja bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Senin (1/12/2025). (Dok/Humas Jaba
Bandung (buseronline.com) - Jawa Barat menyatakan siap menjadi model nasional penerapan program SMK Go Global, sebuah terobosan pemerintah untuk menyiapkan lulusan vokasi berstandar internasional dan kompetitif di pasar kerja dunia.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan kesiapan tersebut didukung oleh ekosistem vokasi yang kuat di Jabar. Dengan 2.098 SMK dan total 1,02 juta siswa, Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan pasokan terbesar tenaga kerja terampil sekaligus kantong pekerja migran terbesar kedua di Indonesia.

“Jawa Barat siap menjadi laboratorium nasional untuk pengembangan SMK kelas dunia yang tidak hanya unggul di lokal, tetapi juga melahirkan talenta global,” ujar Erwan saat mendampingi kunjungan kerja Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di SMKN 1 Kota Bandung, Senin.

Program SMK Go Global yang digagas Kemenko PM menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi pertama yang menjadi model penerapan pendidikan vokasi berorientasi internasional. Program ini menghubungkan sekolah dengan jejaring global, memperkuat kurikulum, dan membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK.

“Program ini bukan sekadar membuka peluang kerja, tetapi membuka pengalaman global bagi anak-anak kita,” terang Erwan.

Sebagai langkah awal, pemerintah mengumpulkan 507 kepala sekolah SMK se-Jabar di Aula SMKN 1 Kota Bandung. Pertemuan tersebut fokus membahas strategi penguatan kapasitas sekolah, standar kompetensi, serta pemetaan peluang kerja internasional.

Menko PM Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa perbaikan pendidikan vokasi harus dilakukan secara menyeluruh agar lulusan Indonesia mampu memenuhi standar global.

“Pasar kerja global menuntut standar baru. Karena itu, kurikulum, kompetensi, hingga kesiapan siswa bekerja di luar negeri harus kita benahi dari hulu sampai hilir,” tegas Muhaimin.

Pemerintah menargetkan 500 lulusan SMK bekerja di luar negeri pada 2025 sebagai gelombang awal. Sementara pada 2026, target besar dicanangkan, yakni 1 juta lulusan SMK siap bekerja di berbagai negara mitra.

Pada minggu kedua Desember 2025, pemerintah akan mulai memberangkatkan peserta pertama dari program SMK Go Global.

“Kita terus kuatkan kecakapan atau skill dan bahasa, agar lulusan kita mampu mengisi peluang kerja yang sangat terbuka di luar negeri,” imbuh Muhaimin.

Program ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pendidikan vokasi Indonesia untuk berkembang ke level internasional serta memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemkot Bandung Gandeng UTB Cetak SDM Unggul Berdaya Saing Global
KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset
Gubernur Bobby Nasution Serahkan Tali Asih untuk Atlet Sumut Peraih 30 Medali SEA Games 2025
KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp3,88 M ke Kementerian PU untuk Proyek Jalan Tol
KPK Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Pemberantasan Korupsi
Mantan Direktur DSI Ditahan Bareskrim, Penyidikan Kasus Terus Berlanjut
komentar
beritaTerbaru