Semarang (buseronline.com) - Mahasiswa dari berbagai negara yang mengikuti program Magnificent Javanese Interdisciplinary Course (MEJIC) 2025 diharapkan dapat menjadi duta budaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya Jawa Tengah ke dunia internasional.
Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dhoni Widianto, saat menerima kunjungan para peserta MEJIC 2025 di Resto Aroem, Semarang, Selasa malam.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Dhoni menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para mahasiswa mancanegara yang telah menunjukkan perhatian terhadap kebudayaan dan pelestarian lingkungan di Jawa Tengah.
“Keberhasilan dalam membangun Jawa Tengah tidak akan bisa terlaksana tanpa dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan kalangan akademisi,” ujar Dhoni.
Dhoni menambahkan, MEJIC 2025 mengusung tema besar “Pengenalan Budaya Jawa dan Kelestarian Lingkungan”, yang diharapkan mampu menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi Jawa Tengah di kancah global.
Menurutnya, setelah para peserta kembali ke negaranya masing-masing, mereka akan membawa cerita positif tentang Jawa Tengah, mulai dari kuliner, wisata alam, hingga keramahan masyarakatnya.
“Kegiatan seperti MEJIC ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran ilmu, tetapi juga jembatan diplomasi budaya antara Jawa Tengah dan negara-negara sahabat,” tutur Dhoni.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Wijayanto, menjelaskan bahwa MEJIC 2025 melibatkan 14 universitas dari 18 negara, di antaranya Palestina, Afghanistan, India, Thailand, dan Mesir.
“Melalui MEJIC, Undip memperkenalkan budaya Jawa sekaligus mengajak masyarakat dunia untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Wijayanto menambahkan, Undip telah menjalin berbagai kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk dalam program desalinasi air laut dan pembangunan giant sea wall.
“Setiap tahun jumlah peserta MEJIC terus bertambah. Jika kini sudah ratusan, ke depan bisa mencapai ribuan atau bahkan puluhan ribu peserta. Tentu ini akan sangat mendukung promosi budaya Jawa Tengah di negara asal mereka,” tambahnya.
Para peserta MEJIC 2025 mengungkapkan kesan positif selama mengikuti kegiatan di Jawa Tengah.
Mahasiswa asal Palestina, Nour, mengaku senang dapat belajar budaya Jawa sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Ia juga menuturkan rasa harunya atas perhatian dan dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Setiap kali saya bilang berasal dari Palestina, orang Indonesia sangat senang dan banyak membantu saya. Saya sangat bahagia dan bersyukur atas kebaikan mereka,” katanya dalam Bahasa Indonesia.
Sementara mahasiswa asal Afghanistan, Rahmatullah, mengaku merasa aman dan nyaman selama berada di Jawa Tengah. Ia terkesan dengan keramahan dan kepedulian warga setempat.
“Kebaikan warga Jawa Tengah ini benar-benar membuat saya merasa tenang, seakan saya berada di rumah kedua,” ungkapnya.
Program MEJIC 2025 menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro dalam memperkuat diplomasi budaya, mendorong kerja sama internasional di bidang pendidikan, serta memperkenalkan Jawa Tengah sebagai pusat budaya dan pengetahuan yang terbuka bagi dunia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar