Jumat, 10 April 2026

“Diktisaintek Berdampak”, Wujud Transformasi Pendidikan Tinggi untuk Solusi Nyata bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Oktober 2025 10:28 WIB
“Diktisaintek Berdampak”, Wujud Transformasi Pendidikan Tinggi untuk Solusi Nyata bagi Masyarakat
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie (kelima dari kanan) berfoto bersama jajaran pimpinan Kemdiktisaintek, LLDikti Wilayah IV, dan perwakilan perguruan tinggi pada Rapat Koordinasi LLDikti Wilayah IV Ja
Bandung Barat (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan arah baru transformasi pendidikan tinggi Indonesia melalui kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, dalam Rapat Koordinasi LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Tahun 2025 yang digelar di Kota Baru Parahyangan, Selasa.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor industri agar pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis nyata bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam sambutannya secara virtual menekankan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus mengarah pada kebermanfaatan yang lebih luas.

“Pendidikan tinggi tidak boleh berhenti di ruang akademik, tetapi harus berujung pada kebermanfaatan sosial, kemajuan ekonomi, dan daya saing nasional. Kita ingin kampus menjadi ruang lahirnya ilmu yang berdaya guna dan bermartabat bagi kemanusiaan,” ujar Brian.

Dengan mengusung tema “Transformasi Pendidikan Tinggi melalui Diktisaintek Berdampak: Membangun Kolaborasi Strategis untuk Dampak yang Lebih Luas”, forum ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis hasil dan dampak (outcome dan impact).

Program ini mendukung visi Indonesia Maju 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia unggul, ekonomi berbasis inovasi, digitalisasi sains, dan keberlanjutan lingkungan.

Wakil Mendiktisaintek, Stella Christie, menambahkan bahwa riset dan sains menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perguruan tinggi harus bertransformasi dari teaching university menjadi research university agar mampu melahirkan inovasi yang memajukan Indonesia,” tegasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, mengungkapkan bahwa 421 perguruan tinggi di wilayahnya berkomitmen menerapkan kebijakan “Diktisaintek Berdampak”.

Salah satu implementasi konkret adalah Program Gradasi (Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi) yang mendorong kampus berperan aktif dalam menyelesaikan isu-isu daerah seperti pengelolaan sampah, pengentasan kemiskinan, dan digitalisasi desa.

“LLDikti Wilayah IV bukan hanya regulator administratif, tapi fasilitator kolaborasi. Kami ingin kampus hadir sebagai mitra nyata masyarakat dan industri agar hasil riset benar-benar dirasakan manfaatnya,” jelas Lukman.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menegaskan pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan kampus.

“Transformasi membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Kampus harus mengubah tata kelola dan budaya kerja agar riset menjadi solusi, bukan sekadar laporan administratif,” ujarnya.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, menegaskan bahwa pemerintah akan memperluas skema pendanaan riset terapan serta hilirisasi hasil penelitian agar berdampak langsung terhadap perekonomian.

“Kebijakan riset diarahkan pada penguatan inovasi dan industrialisasi hasil penelitian, membangun jembatan antara kampus dengan masyarakat, UMKM, dan dunia usaha,” kata Fauzan.

Adapun Dirjen Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menyoroti pentingnya peran kampus dalam membangun ekosistem sains ramah lingkungan.

“Perguruan tinggi harus menjadi penggerak utama ekonomi hijau. Kampus yang mampu mengelola sampah dan energi bersih menjadi contoh nyata pendidikan tinggi yang berkelanjutan,” ujar Najib.

Dalam kesempatan tersebut, LLDIKTI Wilayah IV juga memberikan anugerah penghargaan kepada perguruan tinggi dan mitra kerja yang berprestasi di berbagai kategori seperti Pengelolaan SPMI Terbaik, PDDikti Terbaik, JAD Terbaik, Kinerja Penelitian dan Pengabdian Terbaik, hingga Kampus dengan Guru Besar Terbanyak.

Wamen Stella Christie turut menyerahkan penghargaan Mitra Kerja Sama Pemerintah Terbaik kepada Pemerintah Kota Cimahi sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap program pendidikan tinggi berdampak.

“Penghargaan ini simbol nyata kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kemajuan bangsa lahir dari sinergi yang kuat dan keberanian untuk berinovasi,” tutur Stella.

Melalui kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi di Indonesia mampu menjadi pusat inovasi yang menghubungkan laboratorium dengan kehidupan nyata, serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai solusi bagi kemajuan bangsa.

“Mari kita pastikan setiap kebijakan dan inovasi di kampus benar-benar berdampak bagi masyarakat, lingkungan, dan masa depan Indonesia,” pesan Menteri Brian menutup sambutannya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
komentar
beritaTerbaru