Minggu, 24 Mei 2026

Bangun Talenta Unggul, Sekolah Garuda Kini Hadir di Kalimantan Utara

Sabtu, 11 Oktober 2025 12:33 WIB
Bangun Talenta Unggul, Sekolah Garuda Kini Hadir di Kalimantan Utara
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memberikan keterangan pers saat kegiatan pengenalan Sekolah Garuda Baru di Kalimantan Utara, Rabu (8/10/2025). (Dok/Diktisaintek)
Kalimantan Utara (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi memperkenalkan Sekolah Garuda Baru di Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kualitas serta pemerataan akses pendidikan unggul di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan program strategis nasional yang menjadi penyeimbang akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa agar dapat berprestasi di bidang sains dan teknologi. Program ini juga menjadi inkubator kepemimpinan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.

“Sekolah Garuda adalah sekolah berasrama dengan kurikulum berstandar internasional, fasilitas modern, serta berfokus pada penguatan karakter dan penguasaan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics),” ujar Brian.

“Program ini menekankan pemerataan akses melalui beasiswa penuh, perekrutan guru terbaik, serta integrasi riset dan kemitraan industri sejak dini,” tambahnya.

Kehadiran Sekolah Garuda di Kaltara disambut positif oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia menilai keberadaan sekolah ini sebagai bentuk nyata investasi besar pemerintah di bidang kemanusiaan dan pendidikan.

“Bangsa Indonesia harus bersyukur atas hadirnya Sekolah Garuda. Ini merupakan investasi kemanusiaan luar biasa yang dibuka secara gratis,” ujar Nasaruddin.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Armanatha Nasir, menilai kehadiran Sekolah Garuda di wilayah perbatasan seperti Bulungan memiliki arti strategis. Tak hanya membuka kesempatan pendidikan bagi generasi muda, tetapi juga memperkuat kehadiran negara di perbatasan.

“Dibukanya Sekolah Garuda di perbatasan Bulungan adalah kesempatan besar bagi anak-anak bangsa untuk tetap memperoleh akses pendidikan berkualitas. Ini akan mencegah terjadinya lost generation, baik di wilayah perbatasan Indonesia maupun sekitarnya,” ungkap Armanatha.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar dan Armanatha Nasir juga membagikan pengalaman pribadi tentang pentingnya pendidikan dan kerja keras sebagai kunci kesuksesan. Mereka menegaskan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk bermimpi dan berprestasi. Kisah perjuangan keduanya menjadi inspirasi bagi para pelajar untuk terus berjuang, berani bermimpi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar Sekolah Garuda Baru dapat menjadi sarana strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas di provinsinya.

“Pengenalan Sekolah Garuda Baru ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap anak-anak Kaltara memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan diri dan menggapai cita-cita mereka,” kata Zainal.

Dukungan juga datang dari kalangan pendidik. Neni Martini, guru SMPN 1 Tanjung Selor, mengaku optimistis dengan hadirnya Sekolah Garuda.

“Saya terus memotivasi siswa agar bisa masuk ke Sekolah Garuda. Ini program luar biasa yang akan melahirkan generasi tangguh dan berdaya saing untuk Indonesia Emas,” ujarnya.

Salah satu siswa, Keiko Tanaya Matu, turut menyampaikan harapan besarnya terhadap sekolah tersebut.

“Saya berharap Sekolah Garuda dapat mencetak generasi unggul dan kreatif. Jika diberi kesempatan bersekolah di sana, saya ingin mengembangkan potensi diri agar bisa menjadi individu berkarakter dan berprestasi,” tutur Keiko.

Kehadiran Sekolah Garuda Baru di wilayah perbatasan Kalimantan Utara menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan nasional. Sekolah ini bukan sekadar lembaga belajar, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam membangun masa depan bangsa dari daerah terluar. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
BNPT dan Densus 88 Perkuat Sinergi Perlindungan Anak dan Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Era Digital
Polri Perkuat Pelayanan Digital, Luncurkan SIM Digital hingga E-TLE Drone Mobile
PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2026, Duel Dua Raja Liga Eropa
Wabup Taput Resmi Buka Kejurnas Pacuan Kuda 2026 di Siborongborong
Pemko Bogor Fasilitasi 544 Warga Ikuti Pendidikan Gratis Lewat PKBM
Pengurus DPC GAMKI Taput Dilantik, Bupati JTP Hutabarat Soroti Tantangan Generasi Strawberry
komentar
beritaTerbaru