Boyolali (buseronline.com) - Jawa Tengah kini memiliki dua Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi, yakni SMA Pradita Dirgantara di Kabupaten Boyolali dan SMA Taruna Nusantara di Kabupaten Magelang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan Sekolah Garuda merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk program sekolah unggulan sebagai bagian dari upaya mengejar visi Indonesia Emas 2045.
“Ke depan, kami berharap akan lebih banyak lagi sekolah unggulan atau Sekolah Garuda di wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi saat memberikan motivasi dan pengenalan Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Rabu.
Sekolah Garuda menerapkan kurikulum nasional, kurikulum pengayaan global, serta kurikulum asrama, dengan target lulusan mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menambah minimal satu sekolah unggulan setiap tahun mulai 2026.
“Penambahannya akan kita ajukan ke pemerintah pusat. Semakin banyak sekolah unggulan, semakin bagus,” ujar Luthfi.
Selain itu, Gubernur Ahmad Luthfi juga memberikan motivasi kepada para siswa SMA Pradita Dirgantara. Ia menekankan pentingnya memiliki mimpi untuk masa depan dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
“Adik-adik harus punya mimpi. Saya bangga dengan SMA Pradita Dirgantara. Lulusannya harus menjadi masa depan bangsa dan Jawa Tengah,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan (IKP), Agus Harimurti Yudhoyono, menambahkan, SMA Pradita Dirgantara merupakan salah satu dari 12 sekolah yang menjadi Sekolah Garuda Transformasi. Selain itu, ada empat Sekolah Garuda Baru di Indonesia, yang jumlahnya akan terus diperkuat.
“Dengan membentuk sekolah-sekolah Garuda ini, kita ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Anak-anak generasi penerus bangsa harus siap menghadapi tantangan global dan membawa kemajuan Indonesia,” pungkas Agus Harimurti Yudhoyono. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar