Sabtu, 11 April 2026

Mendiktisaintek Ajak Perguruan Tinggi Kembangkan Riset Terapan yang Berdampak

Selasa, 07 Oktober 2025 10:21 WIB
Mendiktisaintek Ajak Perguruan Tinggi Kembangkan Riset Terapan yang Berdampak
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan sambutan secara daring dalam pembukaan Kongres V Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) di Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (3/10/2025). (Dok/
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat riset terapan dan kolaborasi nyata dengan sektor industri. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Kongres V Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya, Jumat, secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian menyoroti tantangan serius yang tengah dihadapi Indonesia terkait deindustrialisasi. Ia mendorong agar seluruh pihak berupaya mewujudkan platform yang mendukung pertumbuhan dan daya saing produk lokal.

“Setidaknya kita punya marketplace sendiri yang pro terhadap produk Indonesia,” tegas Menteri Brian.

Menurutnya, kondisi deindustrialisasi ini menuntut respons aktif dari dunia kampus untuk memperkuat riset terapan yang relevan dan berorientasi pasar. Ia menekankan pentingnya pendekatan riset yang terukur, dapat direproduksi (replicable), serta memiliki skala ekonomi agar mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif bagi masyarakat dan industri.

Mendiktisaintek juga menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung pendanaan riset, namun dengan syarat hasil penelitian benar-benar bisa dimanfaatkan oleh dunia industri.

“Kita perlu sama-sama riset. Dana riset bisa dari kementerian, tapi harus ada jaminan bahwa hasilnya terpakai,” ujarnya.

Selain itu, Menteri Brian menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner antara bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan ilmu sosial humaniora. Menurutnya, penguasaan fundamental STEM harus diimbangi dengan wawasan bisnis, kebijakan, dan sosial agar hasil inovasi dapat diterapkan dan diterima pasar.

“Mahasiswa teknik perlu juga memahami ekosistem kebijakan dan pasar. Jadi tidak hanya membuat, tapi juga bisa memengaruhi dan mendorong pemanfaatannya,” jelasnya.

Kongres V FDTI sendiri berlangsung sejak Rabu (1/10/2025) hingga Sabtu (4/10/2025), dengan diikuti oleh perwakilan dari 112 perguruan tinggi anggota forum.

Menutup sambutannya, Menteri Brian mengapresiasi komitmen para Dekan Teknik di seluruh Indonesia. Ia berharap forum ini dapat menjadi wadah lahirnya gagasan strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung industrialisasi nasional.

“Forum seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri, demi mewujudkan ekosistem inovasi yang berkelanjutan,” tutupnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru