Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program Sekolah Garuda Transformasi 2025 sebagai langkah strategis memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia. Program ini ditandai dengan Pembekalan Teknis dan Penandatanganan Naskah Kerja Sama Program Pengayaan Sekolah Garuda Transformasi Tahun 2025 di kantor Kemdiktisaintek, Kamis.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa penguatan pendidikan unggul menjadi kunci pemberdayaan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Mari kita jadikan SMA Garuda Transformasi ini benar-benar menjadi sayap Garuda yang membentang. Sayap yang mengangkat anak-anak kita untuk terbang tinggi, dan membawa bangsa ini menuju kejayaan Indonesia Emas 2045,” ujar Brian.
Sekolah Garuda Transformasi berbeda dengan Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari nol. Program ini merupakan penguatan bagi sekolah menengah atas (SMA) yang sudah ada, dengan tujuan mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Hingga akhir 2025, 12 sekolah menengah akan mendapatkan pengayaan dari enam perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
- Universitas Negeri Jakarta membina SMAN Fajar Harapan Banda Aceh dan SMA Unggul Del.
- Universitas Indonesia membina MAN IC Ogan Komering Ilir dan SMAN Unggul M H Thamrin Jakarta.
- Universitas Pendidikan Nasional membina SMA Cahaya Rancamaya dan SMAN Banua Kalimantan Selatan.
- Universitas Padjadjaran membina SMA Pradita Dirgantara dan SMAN 10 Samarinda.
- Institut Teknologi Bandung (ITB) membina SMA Taruna Nusantara dan SMAN Siwalima Ambon.
- Institut Pertanian Bogor (IPB) membina MAN IC Gorontalo dan SMA Averos Sorong.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Ahmad Najib Burhani menjelaskan bahwa pada 2025 terdapat 12 sekolah binaan, sementara 680 SMA/MA di kabupaten/kota setempat juga akan mendapatkan manfaat dari program pengimbasan.
“Harapannya, apa yang kita upayakan ini dapat berdampak nyata dan positif bagi pembangunan SDM Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” kata Najib.
Dalam peta jalan pengembangan, program ini menargetkan terbentuknya 80 Sekolah Garuda Transformasi hingga 2029.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, Sekolah Garuda Transformasi adalah katalisator perubahan positif dalam ekosistem pendidikan nasional.
“Saya percaya, sinergi antarlembaga ini dapat mendorong munculnya generasi nasional yang cerdas, memiliki empati sosial, dan peduli masyarakat. Semoga usaha kolektif ini mampu mendorong terwujudnya tujuan tersebut,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas lembaga, pemerintah berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan adaptif, berdaya saing, dan mampu melahirkan generasi unggul. Program ini juga menjadi bukti bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi strategis untuk membawa Indonesia sejajar dengan negara maju di kancah global.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar Mangihut Simatupang, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno, Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemdikdasmen Tatang Muttaqin, serta Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Ardi Findyartini. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar