Senin, 06 April 2026

Kemdiktisaintek Bersama MGBKI Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pendidikan Kedokteran

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 20 September 2025 10:14 WIB
Kemdiktisaintek Bersama MGBKI Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pendidikan Kedokteran
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama jajaran Kemdiktisaintek dan perwakilan Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) usai audiensi di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (15/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya menjaga kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat menerima audiensi Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) di kantor Kemdiktisaintek, Senin.

Brian mengatakan, pemerintah tengah mempercepat peningkatan jumlah dan distribusi tenaga medis, terutama dokter spesialis. Namun, percepatan tersebut tidak boleh mengorbankan mutu pendidikan.

“Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi arahan untuk mempercepat peningkatan tenaga medis. Kami berterima kasih kepada para guru besar dan masyarakat profesi kedokteran atas dukungannya sebagai garda terdepan. Jangan sampai percepatan ini menurunkan kualitas tenaga medis,” ujar Brian.

Dalam pertemuan itu, Kemdiktisaintek dan MGBKI membahas persoalan ketimpangan distribusi tenaga medis, minimnya fasilitas kesehatan di wilayah timur Indonesia, serta perlunya konsistensi regulasi.

Ketua MGBKI, Budi Iman Santoso menekankan pentingnya membangun Academic Health System (AHS) yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.

“Jika ingin pemerataan distribusi berjalan optimal, maka perlu dukungan infrastruktur dan kerja sama lintas disiplin. AHS menjadi solusi untuk menjaga mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan yang diakui secara regional,” kata Budi.

MGBKI juga menyampaikan usulan terkait pembukaan program studi kedokteran baru, penambahan program dokter spesialis, serta mekanisme pembiayaan pendidikan. Seluruh aspirasi tersebut diterima dengan baik oleh pihak Kemdiktisaintek.

Wakil Menteri Kemdiktisaintek, Fauzan, menambahkan pihaknya akan terus berdialog dengan pemangku kepentingan, termasuk melalui Komite Bersama Kemdiktisaintek dan Kemenkes. “Visi kami sama, yakni mencari solusi bagi isu-isu kesehatan bangsa dengan langkah sinergis,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, menyatakan bahwa program AHS akan menjadi penguatan kolaborasi semua pihak.

“Sejumlah usulan MGBKI sejalan dengan program akselerasi tenaga medis yang telah dicanangkan Mendiktisaintek pada 22 Juli 2025. Satgas AHS akan berkonsolidasi lebih lanjut dengan MGBKI untuk menyusun rencana aksi baik jangka pendek maupun menengah,” tegas Khairul.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekjen Kemdiktisaintek, beberapa rektor dan dekan fakultas kedokteran anggota MGBKI, Satgas Akselerasi PPDS AHS Kemdiktisaintek, serta perwakilan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).

Dengan dialog ini, pemerintah optimistis sinergi antara Kemdiktisaintek dan MGBKI akan menghasilkan terobosan nyata dalam peningkatan mutu pendidikan kedokteran sekaligus pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru