Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan program Magang Nasional yang ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun atau fresh graduate. Program ini dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program prioritas nasional ini tengah difinalisasi bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk segera diimplementasikan di seluruh Indonesia.
“Program magang sedang dimatangkan Menristekdikti. Salah satunya adalah mereka yang eligible adalah yang lulus maksimal satu tahun. Sehingga bisa fresh graduate, bisa ditangkap,” ujar Menko Airlangga usai rapat terbatas.
Program magang nasional ini terbuka untuk seluruh perusahaan, baik swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN). Skema pelaksanaannya akan dilakukan melalui kerja sama atau link and match antara perguruan tinggi dengan dunia usaha.
“Perusahaan semuanya bisa, swasta atau milik negara, dan akan ada kerja sama link and match antara perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan tersebut,” jelas Menko Airlangga.
Selain itu, Menko Airlangga menargetkan program magang ini dapat mulai dijalankan pada kuartal keempat tahun 2025 dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Peserta magang akan memperoleh upah sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing.
“Sesuai dengan UMP daerah masing-masing,” ucap Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan bahwa biaya upah selama enam bulan pertama akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata sekaligus memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan dunia industri.
Program Magang Nasional ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan lulusan perguruan tinggi agar siap bersaing di pasar kerja, sekaligus mendukung percepatan pembangunan ekonomi nasional. (R3)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar