Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong mahasiswa di wilayahnya untuk terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, kreativitas mahasiswa sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Luthfi saat menjadi pembicara pada pembekalan mahasiswa baru Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, atau Dinus Inside 2025, di kampus setempat, Senin.
Dalam kesempatan itu, Luthfi mengapresiasi karya inovatif Udinus berupa teknologi Smart Atmospheric Water Generator bernama Toyaku, yang mampu mengubah butiran uap air di udara menjadi air bersih siap minum.
“Itu luar biasa untuk daerah kekeringan. Banyak juga teknologi yang merupakan creative breakthrough (terobosan kreatif) dari universitas, yang bisa kita pakai untuk bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.
Luthfi menambahkan, inovasi seperti Toyaku dapat menjadi solusi konkret bagi daerah-daerah yang kerap mengalami kekeringan. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jateng juga telah memanfaatkan teknologi dari Universitas Diponegoro (Undip) berupa desalinasi, yang mampu mengubah air payau menjadi air tawar layak konsumsi.
Menurut Luthfi, pemerintah daerah memiliki kewajiban menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dengan inovasi dan aplikasi hasil karya mahasiswa menjadi bagian penting dalam pengembangan pelayanan publik.
“Semua itu memerlukan kreativitas dari mahasiswa untuk ikut bergabung dalam pengembangan wilayah Jawa Tengah. Apalagi, dari 3.154 mahasiswa baru Udinus, sekitar 80% berasal dari Jawa Tengah,” jelasnya.
Selain mendorong inovasi, Luthfi juga menyinggung pentingnya peran mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, yang diarahkan sesuai tema dan kebutuhan di tiap daerah.
“Adik-adik mahasiswa kami arahkan terkait KKN tematik, sesuai dengan tema yang dilakukan dan kebutuhan daerah tersebut,” tambahnya.
Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menegaskan pihak kampus akan terus mengembangkan berbagai inovasi agar dapat bermanfaat luas. Menurutnya, karya mahasiswa harus mampu menjawab persoalan nyata masyarakat, bukan sekadar berhenti di lingkungan kampus.
“Seperti Toyaku itu bisa dimanfaatkan untuk membantu daerah-daerah yang tertinggal. Harapan kami, Toyaku ini akan disebarkan untuk membantu daerah yang kekurangan air bersih,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, kampus, dan masyarakat, diharapkan inovasi-inovasi dari mahasiswa dapat memberi dampak nyata bagi pembangunan Jawa Tengah ke depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar