Minggu, 12 April 2026

Dialog dengan Pemerintah di Istana Negara, Perwakilan Mahasiswa Sampaikan Apresiasi

Jumat, 05 September 2025 09:00 WIB
Dialog dengan Pemerintah di Istana Negara, Perwakilan Mahasiswa Sampaikan Apresiasi
Para perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi memberikan keterangannya kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (4/9/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan jajaran pemerintah pusat di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Pertemuan tersebut dinilai menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat iklim demokrasi di Indonesia.

Dialog mahasiswa bersama pemerintah dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro. Pemerintah pusat disebut sangat terbuka dan menyambut baik pertemuan yang berlangsung hangat tersebut.

Koordinator Media BEM SI Kerakyatan, Pasha Fazillah Afap, menilai undangan silaturahmi ini sebagai wujud keterbukaan pemerintah. Ia menyebut respons yang diberikan juga cukup positif.

“Tadi Bapak Mensesneg sudah memberikan respon yang cukup positif dan segera akan disampaikan ke Bapak Presiden. Kebetulan memang tadi sebetulnya Pak Presiden ingin menemui kami, namun ada acara Maulid di Istiqlal,” ujarnya.

Ketua BEM UPN Veteran Jakarta, Kaleb Otniel Aritonang, menambahkan pemerintah menunjukkan kesiapannya untuk mengakomodasi aspirasi mahasiswa.

Sementara itu, Phalosa dari Universitas Yarsi menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal komitmen pemerintah.

“Apapun tuntutannya per hari ini kita sampaikan langsung ke lembaga eksekutif, pun harus tetap masyarakat dan kami rekan-rekan mahasiswa kawal,” katanya.

Dari kelompok Cipayung, Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlefi menekankan perlunya perlindungan terhadap aktivis. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti aspirasi yang sudah disampaikan.

“Ya intinya, aspirasi diterima dan akan ditindaklanjuti secepat-cepatnya dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di bawahnya. Jadi kita tunggu saja respons berikutnya dari pemerintah dan DPR. Mudah-mudahan semua masalah bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII, M Shofiyullah Cokro, menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah. Menurutnya, transparansi dalam menghadapi tantangan dapat mendorong mahasiswa dan kaum intelektual berperan aktif membantu pembangunan bangsa.

“Bahwasanya ada kendala-kendala yang akan dihadapi oleh pemerintahan itu juga bisa disampaikan secara terbuka kepada masyarakat umum agar mahasiswa juga bisa membantu, tidak hanya menuntut, tetapi juga berkontribusi karena kita semua menginginkan bangsa ini maju dan terdidik,” ujarnya.

Pertemuan di Istana Negara itu disepakati sebagai langkah awal memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah. Para perwakilan mahasiswa menilai forum semacam ini penting untuk menjaga tradisi kritik dan kontrol sosial.

“Pertemuan malam ini memberikan kita semangat untuk terus mengkritik dan mengoreksi bangsa Indonesia. Terima kasih karena beliau sampaikan bahwa kritik dan koreksi adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap negara,” ujar salah satu perwakilan.

Dengan adanya forum dialog ini, mahasiswa berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap aspirasi publik sekaligus menjaga keterbukaan dalam proses pengambilan kebijakan nasional. (R3)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru