Minggu, 12 April 2026

Kemdiktisaintek Perkuat Peran Perguruan Tinggi lewat Kosabangsa 2025 untuk Pacu Pembangunan Daerah

Selasa, 26 Agustus 2025 10:21 WIB
Kemdiktisaintek Perkuat Peran Perguruan Tinggi lewat Kosabangsa 2025 untuk Pacu Pembangunan Daerah
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, memberikan sambutan saat penandatanganan kontrak Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 di Jakarta, Kamis (21/8/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2025. Program ini resmi dimulai dengan penandatanganan kontrak pada Kamis di Jakarta.

Tahun ini, pemerintah menyalurkan pendanaan sebesar Rp30 M untuk mendukung 118 proposal program yang tersebar di 63 kabupaten/kota di 24 provinsi. Program tersebut melibatkan 75 perguruan tinggi pelaksana dan 46 perguruan tinggi pendamping. Cakupan yang luas menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menjangkau wilayah dengan tantangan pembangunan paling mendesak.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan Kosabangsa dirancang bukan hanya untuk menghasilkan produk riset, tetapi juga menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

“Kunci dari Kosabangsa adalah kolaborasi antar universitas. Ada yang fokus membawa teknologi, ada pula yang memastikan keberlanjutan program. Jadi kita ingin ada kesinambungan sekaligus perluasan,” jelasnya.

Fauzan menambahkan, fokus utama Kosabangsa adalah menghadirkan inovasi teknologi untuk masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Contohnya, Program Konsorsium Perguruan Tinggi yang dipimpin Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang dalam menurunkan risiko stunting dengan pendekatan lintas sektor seperti pangan, kesehatan, budaya, dan lingkungan.

Hal senada disampaikan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana. Menurutnya, Kosabangsa turut diarahkan untuk menjawab persoalan nasional, terutama stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Harapan kami, satu hingga dua tahun ke depan, program ini bisa mandiri. Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.

Selain wilayah Jawa dan Sumatra, program ini juga menyasar kawasan kepulauan seperti Talaud, Sitaro, hingga Raja Ampat, serta intervensi prioritas di Nusa Tenggara Timur. Bidang yang disentuh meliputi ekonomi kreatif, ekonomi hijau, ekonomi biru, energi, kesehatan, hingga kemandirian pangan.

Penandatanganan kontrak turut disaksikan Dirjen Risbang, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta perwakilan perguruan tinggi seperti Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Timor. Hadir pula Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Yos Sunitiyoso dan Direktur Bina Talenta Litbang Heri Kuswanto.

Dengan adanya Program Kosabangsa 2025, Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga motor inovasi yang memperkuat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru