Minggu, 12 April 2026

Wamen Stella: Strategi Pengelolaan Data Kunci Sukses di Era AI

Selasa, 26 Agustus 2025 10:14 WIB
Wamen Stella: Strategi Pengelolaan Data Kunci Sukses di Era AI
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memberikan pemaparan mengenai strategi pengelolaan data dan pemanfaatan AI dalam acara DNA Masterclass 2025 yang digelar Sinar Mas Land melalui Digital Hub di Jakart
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan pentingnya strategi pengelolaan data dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, pemanfaatan AI harus berfokus pada penguatan kemampuan manusia agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Stella saat menjadi pembicara pada DNA Masterclass 2025 yang diselenggarakan Sinar Mas Land melalui Digital Hub dengan tema “Dibangun untuk beradaptasi: Digerakkan oleh manusia, didukung oleh AI”, Kamis.

“Tantangan-tantangan yang kita hadapi berat sekali, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dan ini adalah tantangan untuk seluruh dunia, bukan hanya Indonesia,” ujar Wamen Stella.

Dalam paparannya, Wamen Stella menyebutkan empat risiko besar dari perkembangan AI, yaitu meningkatnya pengangguran, melemahnya keamanan siber, menurunnya keandalan informasi, serta meluasnya ketimpangan sosial.

Namun, AI juga membawa peluang positif. Teknologi ini dapat menciptakan jenis pekerjaan baru, meningkatkan keamanan, membantu pemeriksaan fakta (fact checking), hingga menjadi penyetara akses global di berbagai bidang.

Indonesia, kata Wamen Stella, kini menjadi pusat serangan siber di kawasan ASEAN. Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia untuk memperkuat sistem pertahanan digital melalui pendekatan human in the loop, yaitu melibatkan manusia secara aktif dalam proses sistem AI.

Ia juga menyoroti maraknya hoaks sebagai salah satu dampak negatif AI yang perlu diwaspadai. Sementara itu, disrupsi ketenagakerjaan akibat otomatisasi harus diantisipasi dengan program pelatihan, terutama bagi pekerja usia produktif yang paling rentan tergantikan oleh teknologi.

“Generasi muda relatif lebih cepat beradaptasi dengan teknologi baru. Maka, mereka perlu difokuskan pada penguatan keterampilan berbasis manusia seperti kreativitas, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan,” jelasnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen menyediakan berbagai pelatihan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum, guna memperkuat literasi digital dan keterampilan yang relevan dengan era AI.

Selain itu, Wamen Stella menekankan bahwa kesadaran tentang pentingnya data harus diperkuat, mulai dari cara penyimpanan hingga pemanfaatan yang akurat dalam sistem berbasis AI. Menurutnya, kedaulatan data nasional merupakan aspek krusial dalam memperkokoh ketahanan dan perekonomian Indonesia.

“Yang mahal itu bukan algoritmanya. Yang paling berharga dalam AI adalah data. Indonesia punya begitu banyak data, dan kita punya kemampuan untuk menjadi world player dalam bidang AI,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru