Minggu, 12 April 2026

Pendidikan Tinggi dan Riset, Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Hari Kedua KSTI 2025

Senin, 11 Agustus 2025 10:14 WIB
Pendidikan Tinggi dan Riset, Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Hari Kedua KSTI 2025
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memberikan sambutan pada pembukaan hari kedua Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Jumat (8/8/2025). (Dok/Diktisaintek)
Bandung (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie membuka rangkaian hari kedua Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, Jumat.

Dalam sambutannya, Menteri Brian mendorong para peserta untuk memanfaatkan momentum KSTI sebagai ajang membangun jejaring, bertukar pengetahuan, dan memperkuat kolaborasi demi mendorong inovasi di bidang sains dan teknologi.

“Ambil kesempatan ini untuk menyerap pengetahuan dari berbagai ilmuwan kelas dunia,” ujar Menteri Brian.

Sementara itu, Wamendik Stella menekankan peran vital pendidikan tinggi dalam pertumbuhan ekonomi. Mengutip data dari berbagai universitas terkemuka dunia, ia mencontohkan keberhasilan Stanford University yang melalui alumni dan stafnya telah melahirkan hampir 40.000 perusahaan, mempekerjakan 5,4 juta orang, dan menghasilkan pemasukan hingga 2,7 T dolar AS per tahun. Hal serupa juga terjadi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan University of Kansas.

Menurut Stella, kemajuan ekonomi hanya dapat dicapai melalui produksi ilmu pengetahuan yang kuat. Ia menggambarkan adanya siklus saling ketergantungan antara pengetahuan, investasi, dan infrastruktur, dengan pendidikan tinggi sebagai fondasi utamanya.

“Pola pikir riset harus ditanamkan oleh para dosen melalui pengajaran dan penelitian bersama mahasiswa. Dari sinilah akan lahir generasi problem solver yang dibutuhkan industri dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pandangan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan pengembangan sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi.

“Kita harus mengendalikan siklus ini. Seperti yang dikatakan Presiden RI, kita sedang berada di dalam perlombaan global untuk penyejahteraan negara dengan bertumpu pada sains dan teknologi. Kita tidak akan diam dan stagnan saja,” tegas Stella.

KSTI 2025 mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku industri, komunitas, dan media untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan industrialisasi berbasis sains dan teknologi.

Pelaksanaan KSTI juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menyoroti delapan bidang industri strategis nasional. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya pendekatan baru pembangunan ekonomi yang mengandalkan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru