Minggu, 12 April 2026

PMI Sukabumi Gelar Pelatihan Fasilitator SPAB, Perkuat Ketangguhan Sekolah Hadapi Bencana

Sabtu, 09 Agustus 2025 10:15 WIB
PMI Sukabumi Gelar Pelatihan Fasilitator SPAB, Perkuat Ketangguhan Sekolah Hadapi Bencana
Peserta dari kalangan guru dan relawan mengikuti sesi diskusi kelompok dalam Pelatihan Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang diselenggarakan PMI Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society di Hotel Augusta,
Sukabumi (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS), menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada 5–7 Agustus 2025 di Hotel Augusta, Pelabuhan Ratu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program School and Community Resilience (SCR) yang bertujuan memperkuat kapasitas sekolah dalam menghadapi risiko bencana.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari guru dan relawan dari sembilan sekolah sasaran program terlibat dalam pelatihan intensif. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar SPAB, kajian risiko bencana, pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah, penyusunan SOP tanggap darurat, serta penyusunan rencana aksi pengurangan risiko bencana.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris PMI Kabupaten Sukabumi, Gandi Lesmana. Dalam sambutannya, Gandi menyampaikan apresiasi kepada PMI Pusat dan JRCS atas kepercayaan memilih Sukabumi sebagai lokasi pelatihan. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi kebencanaan sejak usia dini melalui satuan pendidikan.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bisa disebarluaskan ke sekolah dan komunitas masing-masing. Anak-anak harus tumbuh dengan pemahaman kuat tentang kesiapsiagaan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan JRCS untuk Indonesia, Teuku Awaluddin, menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen JRCS untuk membangun budaya sadar risiko di kalangan pelajar Indonesia.

“Sebagai negara rawan bencana, kita tidak punya pilihan selain mendidik generasi muda agar memiliki literasi kebencanaan yang baik. Lulusan pelatihan ini diharapkan dapat dimobilisasi untuk menyebarkan praktik SPAB ke berbagai wilayah di Indonesia,” katanya.

Materi disampaikan oleh dua fasilitator nasional berpengalaman, yakni Aliya Kemala dari PMI DKI Jakarta dan Ahmad Habib dari PMI Kabupaten Demak. Selain sesi teori, pelatihan juga mencakup praktik langsung berupa microteaching di SMPN Cisolok. Di sana, peserta menerapkan apa yang telah dipelajari, mulai dari penyusunan denah evakuasi, pemasangan rambu, hingga simulasi kebencanaan bersama siswa.

Angga Wijaya, guru dari SDN 1 Cikahuripan, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membekas dan membuka wawasan baru terkait pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah.

“Materi microteaching dan simulasi sangat berkesan. Kami jadi lebih paham cara mengurangi kerentanan sekolah sekaligus melibatkan siswa dalam upaya ini,” ucapnya.

Sementara itu, Erin Pebrian dari SMPN 1 Cisolok menyoroti pentingnya pengintegrasian SPAB ke dalam dokumen perencanaan dan kurikulum sekolah.

“Praktik langsung di lapangan sangat membantu kami memahami sejauh mana kesiapan sekolah dan bagaimana menyusun skenario yang realistis saat terjadi bencana,” jelasnya.

Fasilitator Aliya Kemala menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan. Pihaknya akan terus melakukan pendampingan, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan membantu sekolah menyusun dokumen penting seperti kajian risiko dan rencana aksi pengurangan risiko.

Dukungan juga datang dari PMI Provinsi Jawa Barat. Wakil Kepala Markas, Oktaviano Sigit Anugrah, yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi atas inisiatif pelatihan SPAB dan menilai bahwa pendidikan adalah kunci membangun komunitas tangguh bencana.

PMI bersama JRCS berkomitmen untuk memperluas jangkauan pelatihan SPAB ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas guru dan relawan, diharapkan satuan pendidikan makin siap menghadapi bencana serta mampu melindungi siswa secara optimal. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru