Jakarta (buseronline.com) - Komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan terus diperkuat melalui skema Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Salah satu penerima manfaat program tersebut, Iqbal Rasyid Achmad Faqih, kini tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berkat bantuan KIP-Kuliah.
Hal ini terungkap dalam audiensi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, bersama para mahasiswa baru penerima KIP-Kuliah di Jakarta, Senin.
Iqbal merupakan lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Bengkulu yang berhasil lolos ke FKUI melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Namun, di tengah euforia keberhasilan, Iqbal sempat menghadapi kendala biaya pendidikan dan akomodasi yang nyaris menghambat langkahnya.
“Terima kasih banyak kepada pemerintah, Presiden Republik Indonesia Pak Prabowo, serta Pak Brian Yuliarto selaku Mendiktisaintek,” ujar Iqbal, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan.
Menurut Iqbal, beasiswa KIP-Kuliah tidak hanya menjadi bantuan finansial, tetapi juga sumber semangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa, khususnya di bidang kesehatan.
“Harapannya, beasiswa ini dapat memberi saya semangat yang lebih besar, mendorong saya untuk berkontribusi pada kemajuan negara, dan menciptakan karya-karya di bidang kesehatan,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa program KIP-Kuliah merupakan bagian dari realisasi agenda pembangunan SDM unggul dalam Asta Cita. Melalui program ini, pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda dari seluruh penjuru Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi bermutu.
“Pendidikan tinggi tidak boleh menjadi kemewahan bagi segelintir orang. Kita ingin anak-anak cerdas dari seluruh Indonesia, dari keluarga mana pun, punya hak yang sama untuk mengejar cita-cita,” ujar Brian.
Ia juga menekankan bahwa para penerima KIP-Kuliah merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia. Diharapkan mereka tidak hanya menempuh pendidikan untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan dan pencipta solusi atas berbagai tantangan bangsa.
Program KIP-Kuliah sendiri telah menjadi instrumen strategis pemerintah dalam mendukung transformasi pendidikan dan peningkatan kualitas SDM nasional, khususnya bagi kalangan yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik tinggi.
Dengan semangat dan tekad seperti yang ditunjukkan Iqbal, pemerintah optimis bahwa generasi penerima KIP-Kuliah akan menjadi motor penggerak perubahan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang, termasuk kesehatan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar