Minggu, 12 April 2026

Perguruan Tinggi Swasta Berperan Strategis Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Rabu, 06 Agustus 2025 10:21 WIB
Perguruan Tinggi Swasta Berperan Strategis Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Ketua APTISI Budi Djatmiko dan jajaran pengurus APTISI membuka secara resmi Munas APTISI ke-7 di Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung, Sabtu (2/8/2025). (Dok/Diktisaintek)
Bandung (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya peran aktif Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam mendukung visi besar Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-7 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) yang digelar di Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung, Sabtu.

Dalam pidatonya, Menteri Brian menyampaikan bahwa pendidikan tinggi merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Untuk menggapai status negara maju, Indonesia dituntut mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen per tahun, yang tentu membutuhkan dukungan kuat dari dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

“Perguruan tinggi, termasuk PTS, memiliki posisi strategis dalam membangun budaya ilmiah dan mencetak SDM unggul. Sinergi antara seluruh aktor pendidikan tinggi sangat penting,” ujar Brian.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menekankan bahwa pengetahuan dasar (fundamental knowledge) menjadi elemen krusial dalam menghadapi disrupsi teknologi global, seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, dan transformasi digital. Ia menyebut bahwa budaya ilmiah harus ditanamkan kuat di lingkungan kampus agar bisa meluas ke masyarakat.

“Fundamental knowledge menjadi penting seiring dengan kecepatan komputasi yang sangat tinggi. Budaya ilmiah, sekali lagi, sangatlah penting,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi, Mendiktisaintek mendorong peningkatan layanan dari Kementerian, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), serta dukungan Pemerintah Daerah terhadap institusi, dosen, dan mahasiswa. Hal ini disebut sebagai langkah penting dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional dari 32 persen menjadi 38 persen.

“Biasanya kita hanya naik sekitar 0,5 persen per tahun. Kini kami menargetkan peningkatan 1 persen per tahun untuk jumlah mahasiswa,” ujar Brian.

Ketua Umum APTISI, Prof Budi Djatmiko, dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa peningkatan partisipasi pendidikan tinggi tak bisa lepas dari peran aktif pemerintah daerah dan sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi antara PTS dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ia menekankan bahwa pemberdayaan PTS sangat vital dalam pembangunan SDM nasional.

“PTS mencakup 92 persen dari total perguruan tinggi di Indonesia. Kami sudah lama menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok negeri,” kata Budi.

Mendiktisaintek juga menyerukan perubahan pendekatan layanan pendidikan tinggi dari pola yang bersifat judgemental menjadi berbasis continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan. Ia menilai, reformasi layanan ini sangat penting agar semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, mampu fokus pada peningkatan mutu, relevansi, dan inovasi pendidikan.

Dengan sinergi antara pemerintah, APTISI, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi, Indonesia diharapkan mampu menyiapkan generasi unggul yang dapat membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
komentar
beritaTerbaru