Minggu, 12 April 2026

Ahmad Luthfi Ajak Organisasi Mahasiswa Terlibat dalam Pendampingan Desa Miskin

Selasa, 05 Agustus 2025 12:23 WIB
Ahmad Luthfi Ajak Organisasi Mahasiswa Terlibat dalam Pendampingan Desa Miskin
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan sambutan saat menghadiri pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah periode 2025–2027 di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (2/8/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk turut terlibat aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah periode 2025–2027 di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kontribusi organisasi mahasiswa dalam mendampingi desa-desa yang menjadi sasaran program pengentasan kemiskinan. Menurutnya, pembangunan di Jawa Tengah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Di seluruh cabang di kabupaten/kota wilayah Jawa Tengah, tempelkan sahabat-sahabati ke seluruh bupati dan wali kotanya. Mereka sudah saya kasih tahu bahwa sahabat-sahabat akan mendapatkan porsi sebagai pendamping desa. Karena dari 10 kabupaten/kota termiskin, akan saya tunjuk desa miskinnya,” ujar Luthfi di hadapan ratusan kader PMII.

Ia menjelaskan bahwa pendampingan desa akan dilakukan secara menyeluruh, dengan intervensi di berbagai aspek yang menjadi indikator kemiskinan. Beberapa indikator yang dimaksud antara lain adalah pendidikan, kesehatan, pemenuhan kebutuhan pokok, serta ketersediaan rumah layak huni.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi meminta kesanggupan kader PMII untuk ikut terjun langsung ke lapangan dan menjadi bagian dari solusi. Ia menyebut kader PMII sebagai orang-orang pergerakan yang tidak boleh stagnan dan harus terus bergerak menciptakan perubahan.

“Anda orang pergerakan yang tidak boleh berhenti dan berjalan di tempat. Bergerak kemudian bersama-sama kita lakukan eksplorasi di Jawa Tengah,” tegasnya.

Gubernur Luthfi juga memaparkan bahwa tingkat kemiskinan di Jawa Tengah saat ini tercatat sebesar 9,48%, menurun dari 9,58% pada September 2024. Ia menekankan pentingnya memastikan bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap masyarakat miskin.

Dalam hal ini, mahasiswa diminta berperan aktif mengawasi jalannya program, serta melaporkan hasil pendampingan secara berkala untuk evaluasi pemerintah setiap tiga bulan sekali.

“Mahasiswa kita minta untuk ikut mengawasi. Dengan bersama-sama itu kita akan mampu menunjukkan, bahwa Jawa Tengah bisa maju berkelanjutan. Kalau kolaborasi itu bisa dilakukan, maka itulah tangan terkepal maju ke muka,” pungkas Luthfi.

Pelantikan PKC PMII Jateng ini dihadiri oleh para tokoh organisasi, pengurus cabang se-Jawa Tengah, serta perwakilan dari berbagai instansi. Momen ini menjadi titik awal sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa dalam menghadapi persoalan krusial seperti kemiskinan di tingkat akar rumput. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru