Senin, 01 Juni 2026

Program INJAK KAKI Diluncurkan, Pemkab Bogor Dorong Pemerataan Pendidikan

Selasa, 05 Agustus 2025 12:16 WIB
Program INJAK KAKI Diluncurkan, Pemkab Bogor Dorong Pemerataan Pendidikan
Pemerintah Kecamatan Gunung Putri berfoto bersama tim pelaksana dan para pemangku kepentingan usai peluncuran program INJAK KAKI (Inisiatif Pendataan Pendidikan Kunjungan Langsung ke Sekolah) di Aula Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (1/8/202
Bogor (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, meluncurkan program inovatif bertajuk Inisiatif Pendataan Pendidikan Kunjungan Langsung ke Sekolah (INJAK KAKI), Jumat.

Program ini digagas untuk menjawab tantangan kurangnya data akurat terkait kondisi pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP di wilayah Kabupaten Bogor.

INJAK KAKI diinisiasi sebagai langkah konkret dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin ke-4, yakni menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyambut baik peluncuran program ini dan menyatakan dukungan penuh agar INJAK KAKI menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan dan program pendidikan di daerah.

Koordinator program, Sri Mastuti, menjelaskan bahwa proses pendataan telah dimulai sejak Agustus dan akan berlangsung hingga November 2024. Tim pelaksana terdiri dari petugas kecamatan, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat setempat.

Mereka melakukan observasi lapangan secara langsung untuk menilai kondisi sarana dan prasarana sekolah, kebutuhan tenaga pendidik, serta akses fisik menuju satuan pendidikan.

“Lewat INJAK KAKI, kami tidak ingin ada lagi sekolah yang luput dari perhatian hanya karena datanya tidak tercatat. Kami datang langsung, melihat, mencatat, dan berkomitmen untuk mengadvokasikannya,” ujar Sri.

Dari temuan awal di lapangan, banyak satuan pendidikan PAUD dan TK yang mengalami kekurangan fasilitas bermain serta sanitasi dasar. Sementara itu, sekolah dasar dan menengah pertama menghadapi persoalan kekurangan guru, keterbatasan alat bantu ajar, akses internet, dan belum optimalnya ruang laboratorium.

Sri menambahkan bahwa yang membedakan INJAK KAKI dari program serupa adalah pendekatannya yang partisipatif dan berbasis komunitas. Dalam proses validasi data, perangkat desa dan tokoh masyarakat dilibatkan secara aktif.

“Kredibilitas data sangat penting. Kami ingin data ini benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan sehingga menjadi dasar kebijakan yang berpihak,” tegasnya.

Seluruh data yang dikumpulkan akan dikelola melalui platform digital berbasis daring yang dapat diakses secara terbuka oleh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pendidikan, sekolah, hingga masyarakat umum.

Program INJAK KAKI diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi oleh kecamatan lain di Kabupaten Bogor dalam mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Semangat kolaborasi, transparansi, dan keadilan menjadi fondasi utama dari program ini.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan informasi dan akses. INJAK KAKI bukan hanya tentang data, tetapi tentang keadilan pendidikan,” tutup Sri Mastuti. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Gerakan Bersama Jadi Kunci Cegah Kekerasan di Pesantren
Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions
Timnas Indonesia U-19 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
komentar
beritaTerbaru