Minggu, 12 April 2026

Sekda Herman Dorong Keterlibatan PTS Jabar Tangani Pengangguran dan Sampah

Senin, 04 Agustus 2025 12:16 WIB
Sekda Herman Dorong Keterlibatan PTS Jabar Tangani Pengangguran dan Sampah
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Nasional Ke-VII APTISI di Kampus Unikom, Kota Bandung, Sabtu (2/8/2025). (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar), Herman Suryatman, mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayahnya untuk lebih aktif berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan strategis daerah, seperti pengangguran, kemiskinan, dan pengelolaan sampah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional ke-VII Pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di kampus Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Kota Bandung, Sabtu.

“Dalam perspektif budaya Sunda, kita hanya akan maju apabila ada kolaborasi dan sinergi antar berbagai komponen,” kata Herman dalam sambutannya, di hadapan para pimpinan PTS se-Indonesia. Hadir pula dalam acara tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Lebih lanjut, Herman menyebut filosofi Tri Tangtu di Buana dalam budaya Sunda sebagai pendekatan yang relevan dalam pembangunan daerah, yakni sinergi antara resi (cendekiawan/perguruan tinggi), prabu (pemerintah), dan rama (masyarakat). Menurutnya, perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri di "menara gading", melainkan harus turut serta secara nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

“Pembangunan hanya bisa dilaksanakan dengan baik apabila ada sinergi antara resi, prabu, dan rama. Itulah pendekatan kolaboratif yang harus kita bangun,” ujarnya.

Herman mengungkapkan bahwa saat ini tingkat kemiskinan di Jawa Barat masih berada di angka 7,02 persen, sementara angka pengangguran terbuka mencapai 6,74 persen — lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 4,7 persen. Dari angka tersebut, sekitar 20 persen merupakan lulusan SMA dan SMK.

Untuk itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) menggandeng APTISI dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang akan melibatkan sekitar 100.000 mahasiswa PTS di 27 kabupaten/kota. Dua isu prioritas dalam KKN Tematik ini adalah pengelolaan sampah dan pengembangan kewirausahaan lokal.

“Setiap hari, Jawa Barat menghasilkan 29.000 ton sampah. Sebagian besar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) belum menggunakan teknologi yang memadai. Kita akan dorong pengelolaan sampah mulai dari hulu, hingga tingkat rumah tangga,” ujar Herman.

Dalam hal kewirausahaan, PTS juga akan dilibatkan untuk membantu masyarakat membangun usaha mikro dan kecil berbasis potensi lokal.

Sebagai bentuk fasilitasi penelitian, Pemdaprov Jabar juga telah menyiapkan long list permasalahan daerah dalam bentuk digital. Mahasiswa dan dosen PTS yang ingin meneliti isu-isu tersebut akan mendapatkan akses data dan percepatan proses perizinan.

“Proposal penelitian cukup satu sampai dua hari bisa selesai, karena datanya sudah kami siapkan,” jelas Herman.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan PTS dalam pelatihan vokasi bagi lulusan SMA/SMK. Dengan angka pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah mencapai 320.000 orang, pelibatan sekitar 300 PTS di Jabar dinilai krusial dalam memberikan pelatihan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Meskipun Jawa Barat menjadi provinsi dengan nilai investasi tertinggi di Indonesia, mencapai Rp251 T, angka pengangguran kita masih tinggi. Maka dari itu, kita harus fokus pada peningkatan kapasitas SDM,” tegasnya.

Herman menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh PTS di Jabar lebih aktif dan berorientasi pada solusi nyata atas persoalan masyarakat.

“PTS jangan bangga di menara gading. Turun tanganlah ke masyarakat. Jadilah bagian dari solusi untuk Jawa Barat yang lebih sejahtera,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru