Minggu, 12 April 2026

Ahmad Luthfi Usulkan Pencak Silat Jadi Kurikulum Sekolah di Jateng

Minggu, 03 Agustus 2025 10:14 WIB
Ahmad Luthfi Usulkan Pencak Silat Jadi Kurikulum Sekolah di Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan arahan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah di Ballroom Poncowati, Hotel Patra Semarang, Sabtu (2/8/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan keinginannya agar pencak silat, seni bela diri warisan budaya bangsa, dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di seluruh wilayah provinsi. Baik sebagai bagian dari mata pelajaran olahraga maupun kegiatan ekstrakurikuler, pencak silat dinilai penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah di Ballroom Poncowati, Hotel Patra, Kota Semarang, Sabtu.

“Mewakili Pemerintah Provinsi, mulai besok perintah lisan saya, seluruh SMA harus punya materi pencak silat. Ini akan kita dorong masuk ke dalam kurikulum,” tegasnya di hadapan para pengurus dan pendekar silat.

Menurut Luthfi, pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai-nilai historis dan spiritual yang kuat. Oleh karena itu, ia meminta Pengurus IPSI Jawa Tengah untuk segera menyusun roadmap atau kisi-kisi pembelajaran pencak silat, mulai dari teknik, pakaian, materi ajar, hingga metode pengajaran, yang nantinya akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

“Kalau bisa besok langsung rapat bareng. Tinggal nanti IPSI segera merapat ke Dinas Pendidikan,” tambahnya.

Dalam upaya konkret mendukung pencak silat, Pemprov Jateng juga telah menyiapkan sejumlah alternatif lahan untuk pendirian padepokan berskala nasional hingga internasional. Luthfi menegaskan, Pemprov memberikan keleluasaan kepada IPSI Jateng untuk memilih lokasi yang paling strategis.

“Padepokan sudah kita siapkan beberapa alternatif lahan, tinggal IPSI memilih. Luasnya minimal satu hektare,” ujarnya.

Gubernur yang juga merupakan mantan Kapolda Jawa Tengah ini mengungkapkan bahwa hubungan antara Jawa Tengah dan IPSI memiliki ikatan historis yang kuat. Ia menyebut, mantan Gubernur Wongsonegoro juga pernah menjabat sebagai Ketua IPSI, mencerminkan keterikatan erat antara pemerintah daerah dan organisasi pencak silat.

Karena itu, Luthfi berharap semangat pelestarian budaya ini dapat dibarengi dengan prestasi para atlet pencak silat Jawa Tengah, sekaligus mengenalkan pencak silat kepada masyarakat luas sebagai bagian penting dari budaya luhur bangsa.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IPSI, Sugiono, menyambut positif gagasan Gubernur Jawa Tengah tersebut. Menurutnya, pencak silat tidak hanya membangun fisik, tetapi juga mental dan karakter anak bangsa.

“Pak Gubernur tadi perintahnya sudah sangat jelas, menjadikan pencak silat bagian dari pelajaran di SMA. Saya harapkan juga nanti ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar di nasional,” ujar Sugiono.

Sementara itu, Ketua Pengprov IPSI Jateng, Harry Nuryanto, mengatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti instruksi Gubernur dengan menyusun roadmap yang akan dibahas bersama seluruh padepokan pencak silat di Jawa Tengah.

“Memang kita harus nguri-uri (melestarikan) budaya kita. Pencak silat ini merupakan warisan budaya. Saya harap ini bisa dimengerti dan dikenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelas Harry. Ia menambahkan, IPSI Jateng akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk merealisasikan program pencak silat sebagai ekstrakurikuler di sekolah.

Dengan masuknya pencak silat ke dalam kurikulum sekolah, diharapkan seni bela diri asli Nusantara ini semakin diminati dan dijaga kelestariannya oleh generasi muda Jawa Tengah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru