Minggu, 12 April 2026

Menteri Brian Dorong Olahraga Jadi Identitas Mahasiswa Lewat POMNAS 2025 di Jateng

Sabtu, 02 Agustus 2025 12:09 WIB
Menteri Brian Dorong Olahraga Jadi Identitas Mahasiswa Lewat POMNAS 2025 di Jateng
Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto (tengah), memimpin audiensi bersama Panitia POMNAS 2025 di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025 dipastikan akan digelar di Provinsi Jawa Tengah. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa POMNAS bukan sekadar ajang adu prestasi, melainkan juga ruang ekspresi dan hiburan bagi mahasiswa Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Brian saat menerima audiensi panitia POMNAS 2025 di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Jumat.

“POMNAS jangan hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga ruang ekspresi dan hiburan bagi mahasiswa. Kita ingin ini menjadi ajang yang berdampak positif di lingkungan kampus,” ujar Brian.

POMNAS 2025 akan berlangsung di dua kota utama, Semarang dan Solo, dengan mengusung konsep kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berbagai perguruan tinggi setempat. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang umumnya diprakarsai satu universitas, kali ini seluruh kampus di wilayah tersebut akan turut andil sebagai penyedia venue dan penyelenggara cabang olahraga.

Sebanyak 17 cabang olahraga resmi dan empat cabang eksibisi akan dipertandingkan. Selain itu, panitia juga merancang kegiatan lari maraton dan lomba lari 5K serta 10K yang terbuka untuk masyarakat umum sebagai bagian dari upaya menjadikan POMNAS lebih inklusif dan menarik.

“Tren lari sekarang tinggi. Kalau ini dibuka untuk umum, selain bisa meriah, juga bisa mengajak masyarakat lebih dekat dengan kampus,” terang Brian.

Tak hanya fokus pada perhelatan, Mendiktisaintek juga menyoroti pentingnya pembinaan atlet di lingkungan kampus. Ia mengusulkan adanya sistem pemeringkatan medali antar kampus, guna memberikan penghargaan bagi institusi yang berhasil membina atlet berprestasi, meskipun kompetisi tetap diadakan antarprovinsi.

“Sering kali kampus pembina tidak terlihat karena sistemnya antarprovinsi. Saya ingin ada peringkat medali antar kampus juga, supaya pembinaan tetap diapresiasi,” tegasnya.

Sebagai bentuk kesinambungan pembinaan atlet kampus, Brian juga berencana menggelar kompetisi olahraga antarmahasiswa secara berkala, seperti liga mahasiswa nasional, di luar momentum POMNAS.

“Ketika tidak ada POMNAS, kita dorong single event seperti liga mahasiswa agar pembinaan tidak terputus. Kita perlu jaga momentum ini,” tambahnya.

Juara-juara dari POMNAS 2025 dijadwalkan akan mewakili Indonesia dalam ASEAN University Games (AUG) dan berpeluang melanjutkan kiprah ke tingkat dunia. Dengan skema penyelenggaraan yang kolaboratif dan inovatif, POMNAS tahun ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan olahraga kampus dan identitas baru bagi mahasiswa Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru