Minggu, 12 April 2026

Sekda Jabar Pastikan SLBN A Bandung Tetap Laksanakan Kegiatan Belajar-Mengajar

Sabtu, 26 Juli 2025 10:13 WIB
Sekda Jabar Pastikan SLBN A Bandung Tetap Laksanakan Kegiatan Belajar-Mengajar
Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman meninjau kegiatan belajar siswa SLBN A Pajajaran di lingkungan UPTD Griya Harapan Difabel (GHD) Cimahi, Kamis (24/7/2025). (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan bahwa proses kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Pajajaran Bandung tetap berlangsung normal tanpa gangguan. Hal tersebut disampaikan usai ia melakukan peninjauan langsung ke lokasi sekolah pada Kamis.

Dalam kunjungannya, Sekda Herman menegaskan bahwa tidak ada pengusiran siswa dari asrama di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Griya Harapan Difabel (GHD) Cimahi. Menurutnya, relokasi yang dilakukan bersifat sementara dan merupakan bagian dari penataan fasilitas yang dilakukan oleh pihak GHD demi optimalisasi layanan sosial.

"Tidak ada penggusuran. Ini hanya persoalan komunikasi yang kurang lancar sehingga terjadi kesalahpahaman, dan tentu tidak kita harapkan," ujar Herman.

Ia menjelaskan bahwa sebagian siswa kini tinggal secara mandiri, sementara sebagian lainnya tetap mendapatkan perhatian melalui fasilitas asrama yang disediakan oleh UPTD GHD.

"Dinas Sosial tetap memfasilitasi anak-anak difabel yang tinggal di asrama, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Herman mengungkapkan bahwa kondisi fisik SLBN A Bandung akan mendapatkan perhatian khusus. Tahun ini akan dilakukan perbaikan ringan untuk menunjang kenyamanan siswa, dan pada tahun 2026 direncanakan pembangunan gedung baru dua lantai sebagai bagian dari peningkatan fasilitas pendidikan.

"Saat ini ada delapan ruang kelas. Insyaallah tahun depan akan dibangun gedung dua lantai agar kapasitasnya meningkat menjadi 16 kelas. Ini adalah komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak difabel," jelasnya.

Sekda juga mendorong pihak sekolah agar aktif menjalin komunikasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat untuk mencegah terulangnya kesalahpahaman di kemudian hari.

"Komunikasi harus terjalin dengan baik agar para siswa tetap mendapatkan pelayanan maksimal, perhatian penuh, dan layanan pendidikan yang prima," tegasnya.

Herman menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap proses pendidikan di SLBN A Pajajaran, mengingat para siswa di sekolah tersebut merupakan anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian lebih.

"SLBN Pajajaran harus terus kita pantau. Anak-anak di sini adalah generasi masa depan yang harus kita dukung agar tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SLBN A Bandung, Gun Gun Guntara, menyampaikan rasa syukurnya karena proses belajar-mengajar di sekolah masih berjalan lancar dan kondusif.

"Alhamdulillah, pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa. Anak-anak juga antusias mengikuti kegiatan belajar. Saya pikir tidak ada masalah berarti," kata Gun Gun.

Dengan klarifikasi dan peninjauan langsung dari pemerintah provinsi, diharapkan masyarakat tidak salah paham serta terus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru