Minggu, 12 April 2026

Program Akselerasi Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis Diapresiasi Gubernur Sumut

Jumat, 25 Juli 2025 10:06 WIB
Program Akselerasi Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis Diapresiasi Gubernur Sumut
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan keterangan usai menghadiri peluncuran Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis di Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis yang digelar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa.

Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan pemerataan tenaga medis, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Kemdiktisaintek dan Kemenkes. Ini tentu menjawab tantangan yang sudah disampaikan Bapak Presiden tentang pemenuhan kebutuhan dokter di daerah,” ujar Gubernur Bobby dalam pernyataannya usai menghadiri kegiatan tersebut.

Program yang merupakan bagian dari Diktisaintek Berdampak ini selaras dengan visi besar Asta Cita Presiden RI serta menjadi implementasi dari UU Nomor 17 Tahun 2023 dan PP Nomor 28 Tahun 2024. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya transformasi layanan kesehatan melalui penguatan pendidikan tenaga medis berbasis kebutuhan daerah.

Menurut Gubernur Bobby, Provinsi Sumatera Utara hingga kini masih memiliki sejumlah wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Daerah-daerah tertinggal dan terpencil sangat membutuhkan kehadiran dokter, terutama dokter spesialis, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami di Sumatera Utara masih ada daerah yang tertinggal dan terpencil. Seperti yang kita ketahui, daerah-daerah tersebut masih sangat membutuhkan dokter,” ujarnya menegaskan.

Ia juga menyoroti pentingnya Sistem Kesehatan Akademik sebagai model kemitraan strategis antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah daerah. Pendekatan ini dinilai mampu mewujudkan kemandirian daerah dalam mencukupi kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya.

Dengan hadirnya program akselerasi berbasis kemitraan, pemerintah berharap distribusi dokter dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini minim tenaga medis. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi program secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan kebutuhan dokter di seluruh wilayah Indonesia, terutama di wilayah Sumatera Utara, bisa tercukupi,” pungkasnya.

Peluncuran program ini menjadi sinyal kuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem kesehatan nasional yang inklusif, berkeadilan, dan merata hingga ke pelosok negeri. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru