Minggu, 12 April 2026

Pemenuhan Tenaga Perawat Dibahas dalam Audiensi Wamendiktisaintek dan Eka Hospital

Kamis, 24 Juli 2025 10:23 WIB
Pemenuhan Tenaga Perawat Dibahas dalam Audiensi Wamendiktisaintek dan Eka Hospital
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, berdiskusi dengan jajaran pimpinan Eka Hospital dan Eka Tjipta Foundation di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (21/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menerima audiensi jajaran pimpinan Eka Hospital dan Eka Tjipta Foundation di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin.

Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan strategi pemenuhan tenaga keperawatan nasional yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri kesehatan dalam negeri.

Dalam audiensi tersebut, CEO Eka Hospital, Rina Setiawati mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan ekspansi jaringan rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan tenaga perawat profesional yang memenuhi standar pelayanan rumah sakit modern.

“Terjadi kompetisi sangat ketat dalam merekrut perawat, terutama yang sudah berpengalaman dan terampil. Perawat sangat dibutuhkan,” ujar Rina.

Ia menambahkan, meski secara statistik Indonesia memiliki surplus lulusan keperawatan, faktanya tidak semua lulusan tersebut terserap di rumah sakit. Menurutnya, isu krusial bukan semata kuantitas, melainkan kualitas tenaga keperawatan itu sendiri.

“Mutu keperawatan seringkali mendapat masukan, terutama dari pasien yang pernah mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri. Banyak yang menganggap perawat kita masih bisa dioptimalkan kompetensinya,” lanjut Rina.

Rina menegaskan bahwa rumah sakit memerlukan tenaga keperawatan dengan kualitas tinggi, yang tidak hanya mampu menjawab tantangan industri kesehatan saat ini, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga potensi devisa negara dengan tetap bekerja di dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Wamen Stella menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek mendorong terwujudnya kolaborasi antara rumah sakit dan institusi pendidikan tinggi, khususnya melalui penyesuaian kurikulum agar lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja.

“Ada tiga skema model yang bisa dipertimbangkan. Pertama, integrasi mata kuliah berbasis kebutuhan rumah sakit ke dalam kurikulum kampus mitra. Kedua, program bridging untuk mengenalkan secara nyata dunia kerja keperawatan, termasuk gambaran gaji dan tanggung jawab. Ketiga, kemitraan strategis untuk membentuk kelas khusus atau kurikulum bersama,” jelas Wamen Stella.

Ia menegaskan, Kementerian siap membuka jejaring serta memberikan dukungan kebijakan melalui surat edaran agar kolaborasi antara kampus dan rumah sakit dapat berjalan secara sistemik dan meluas.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Ardi Findyartini, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menambahkan pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari D3, D4, S1 profesi, hingga jenjang spesialisasi.

“Strategi link and match antara lulusan dan kebutuhan industri harus diperkuat. Termasuk melalui program upskilling dan pengembangan kompetensi yang benar-benar relevan bagi rumah sakit,” ujar Ardi.

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan industri kesehatan. Diharapkan, kolaborasi strategis ini mampu menghadirkan sistem pendidikan keperawatan yang lebih adaptif, berkualitas, dan siap menjawab tantangan kebutuhan tenaga kesehatan nasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru