Minggu, 12 April 2026

Indonesia–Swiss Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Energi Terbarukan

Kamis, 24 Juli 2025 10:16 WIB
Indonesia–Swiss Perkuat Sinergi Pendidikan Vokasi dan Energi Terbarukan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie (kanan), menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder (kiri), di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (21/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat komitmennya dalam mendorong pendidikan vokasi dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dengan Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, di kantor Kemdiktisaintek, Senin.

Dalam audiensi tersebut, Wamen Stella menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara Indonesia dan Swiss, terutama dalam bidang pendidikan vokasi dan energi berkelanjutan.

“Energi terbarukan dan pendidikan vokasi merupakan dua hal yang sangat penting untuk dikembangkan di Indonesia. Swiss adalah negara terdepan dalam kedua bidang ini,” ujar Stella.

Stella juga menekankan bahwa sistem pendidikan vokasi di Swiss bisa menjadi contoh penting bagi Indonesia. Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi menjadi kunci untuk membangun SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Pernyataan tersebut diamini oleh Dubes Olivier Zehnder yang menyatakan bahwa keterlibatan sektor swasta merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pendidikan vokasi.

“Keterlibatan swasta bisa dilakukan melalui institusi pendidikan tinggi, Swiss-Indonesia Chamber of Commerce (SwissCham), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia,” ungkap Dubes Olivier.

Wamen Stella menambahkan, salah satu target dari kerja sama ini adalah menciptakan skema sertifikasi resmi yang diakui di Swiss dan Uni Eropa. Hal ini akan membuka peluang lebih besar bagi lulusan dan dosen Indonesia untuk memperoleh pengakuan internasional dan daya saing global.

“Kami ingin memperbaiki persepsi masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Kami juga ingin mendorong keterlibatan industri secara lebih intensif dalam pengembangan perguruan tinggi vokasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Dubes Olivier menekankan pentingnya fokus pada pembinaan talenta muda agar siap memasuki dunia kerja global. Ia juga mengungkap peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan, termasuk riset bersama antara politeknik Indonesia dan universitas ilmu terapan di Swiss.

“Kami berdedikasi untuk membantu pengembangan talenta muda agar memiliki gelar dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” jelas Olivier.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kedubes Swiss juga memaparkan program unggulan mereka di Indonesia yakni Renewable Energy Skills Development (RESD), yang telah memasuki tahun keempat.

Program ini bekerja sama dengan lima politeknik di Indonesia dan berfokus pada bidang energi terbarukan, seperti tenaga surya (solar PV), pembangkit listrik tenaga air (hydro power), dan teknologi baterai.

Sebagai bentuk dukungan terhadap prioritas Presiden Prabowo dalam bidang energi bersih dan pendidikan vokasi, Kedubes Swiss menyampaikan rencana perluasan program ini ke lima politeknik tambahan dengan fokus utama pada teknologi solar PV dan baterai.

Kedua belah pihak sepakat untuk mulai menyusun konsep perjanjian kerja sama sebagai langkah awal sebelum diperbaruinya nota kesepahaman (MoU) yang lebih luas. Kemdiktisaintek menyatakan akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan program ini bisa segera diimplementasikan secara efektif.

“Kami di Kemdiktisaintek akan bergerak cepat, baik secara internal maupun dengan mitra eksternal, untuk menyukseskan inisiatif bersama ini,” pungkas Wamen Stella.

Melalui kemitraan strategis ini, Kemdiktisaintek berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kuat, berkualitas, dan terhubung dengan kebutuhan industri, sekaligus mendukung transisi energi terbarukan nasional.

Kolaborasi ini juga dipandang sebagai peluang besar untuk memperluas pertukaran pengetahuan, pelatihan bersama, serta penguatan kapasitas generasi muda Indonesia.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman, Sekretaris Ditjen Risbang Beny Bandanadjaja, serta perwakilan dari Direktorat Sumber Daya dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti Kemdiktisaintek. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru