Minggu, 12 April 2026

Kolaborasi Strategis Indonesia-Hungaria Diperkuat Lewat Program Unggulan

Selasa, 22 Juli 2025 10:16 WIB
Kolaborasi Strategis Indonesia-Hungaria Diperkuat Lewat Program Unggulan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie berfoto bersama Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsay usai pertemuan bilateral di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Jumat (18/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong sinergi dengan Hungaria di sektor pendidikan dan riset. Penguatan kerja sama ini terwujud dalam pertemuan strategis antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dengan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay, yang digelar di Jakarta, Jumat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai inisiatif strategis, mulai dari peningkatan program beasiswa, potensi kolaborasi riset antarperguruan tinggi, hingga pengembangan program pendidikan unggulan seperti Sekolah Garuda dan Maker’s Redbox.

Wamen Stella menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan program prioritas yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk membentuk sekolah menengah berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang menyiapkan siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di universitas-universitas kelas dunia dengan dukungan beasiswa penuh.

“Sekolah ini ditujukan untuk siswa-siswa terbaik dari seluruh Indonesia, untuk disiapkan masuk ke universitas-universitas top dunia dengan beasiswa penuh nantinya. Sekolah Garuda mencerminkan visi Presiden untuk memperkuat daya saing bangsa melalui pendidikan STEM yang berkualitas dan terarah,” ujar Stella.

Sementara itu, Duta Besar Lilla Karsay menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Hungaria untuk terus mendukung kerja sama pendidikan dengan Indonesia. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah keberlanjutan Program Beasiswa Stipendium Hungaricum, yang setiap tahun menyediakan kuota 110 beasiswa penuh bagi mahasiswa asal Indonesia.

“Menurut saya, saat ini hal yang paling penting adalah perpanjangan MoU Program Stipendium Hungaricum. Jika ada hal-hal yang perlu dibahas, kami sangat terbuka dan senang untuk menyelesaikannya. Kita sudah melewati setengah tahun, jadi penting memastikan landasan hukumnya tetap kuat untuk mendukung program ini,” tutur Dubes Lilla.

Dalam forum yang sama, Dubes Lilla turut memperkenalkan Program Maker’s Redbox—sebuah pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang menekankan pentingnya literasi digital, kreativitas, teknologi, dan kolaborasi.

Program ini telah diimplementasikan di sejumlah sekolah internasional di Indonesia, termasuk di Jakarta, dan dinilai sangat relevan dengan semangat Sekolah Garuda yang mengedepankan penguasaan teknologi serta kepemimpinan masa depan.

Baik Indonesia maupun Hungaria sepakat untuk mempercepat pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan tinggi untuk periode mendatang. Selain itu, kedua negara akan mendorong sinergi antarperguruan tinggi dalam bidang riset bersama, publikasi ilmiah, dan pertukaran mahasiswa.

Pertemuan bilateral ini menegaskan bahwa pendidikan dan riset merupakan pilar utama diplomasi Indonesia–Hungaria, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia dalam membangun generasi emas melalui investasi jangka panjang di bidang sains dan teknologi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru