Minggu, 12 April 2026

Sekda Jabar Ajak Pelajar Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Lewat Aksi Ekologi

Minggu, 20 Juli 2025 10:23 WIB
Sekda Jabar Ajak Pelajar Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Lewat Aksi Ekologi
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan motivasi kepemimpinan kepada para peserta didik baru dalam kegiatan Gerakan Aksi Ekologi MPLS Pancawaluya di Plataran Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju), Kota Bandung, Jumat (18
Bandung (buseronline.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menanamkan semangat kepemimpinan kepada para pelajar melalui aksi sederhana namun bermakna: membersihkan lingkungan.

Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Gerakan Aksi Ekologi dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya di Plataran Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju), Kota Bandung, Jumat.

"Pemimpin hari ini bukan dilahirkan, tetapi disiapkan, dicetak, dan didesain. Kalian yang berkumpul di sini melalui program sekolah ekologi adalah bagian dari upaya mencetak calon pemimpin masa depan," ujar Herman di hadapan ribuan pelajar SMA/SMK peserta MPLS.

Aksi Ekologi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan komunitas lingkungan Pandawara Group. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran ekologis dan rasa tanggung jawab sosial sejak dini kepada peserta didik baru.

Sebanyak 3.423 pelajar dari jenjang SMA/SMK di Kota Bandung terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih lingkungan di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Gedung Sate – Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Cisangkuy – Taman Lansia – Gasibu, hingga rute Gasibu – Pusdai – Jalan Suci dan kembali ke Gasibu.

Menurut Herman, karakter kepemimpinan dapat dibangun dari kebiasaan sederhana sehari-hari seperti menyapu dan membantu orang tua.

"Hampir semua pemimpin besar saat kecil suka menyapu dan membantu orang tua. Dari sapu, kalian bisa menjadi bupati, wali kota, bahkan presiden. Ini bukan sekadar nyapu, ini simbol kesadaran masa depan," tegasnya.

Ia juga mengajak siswa memulai perubahan dari rumah dan sekolah melalui tindakan-tindakan kecil, seperti mencuci piring sendiri, bangun pagi, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Aksi bersih-bersih ini tidak hanya berlangsung di Kota Bandung, tetapi serentak di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Barat. Tercatat sebanyak 338.091 peserta didik baru dari 859 sekolah mengikuti kegiatan ini, melibatkan aksi bersih area publik dan pengelolaan sampah.

Untuk memperkuat pengawasan dan pendampingan, kegiatan ini turut didukung para pejabat tinggi pratama yang terjun langsung ke kabupaten/kota. Di sejumlah daerah, kegiatan dilakukan melalui sinergi antara sekolah negeri dan swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyebut gerakan ini sebagai bagian dari strategi pembentukan generasi Pelajar Pancawaluya — pelajar yang memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan kesadaran ekologis.

"Gerakan ini adalah pintu masuk menuju peradaban baru. Negara-negara maju bersih bukan karena teknologinya, tetapi karena kesadaran warganya. Dan kesadaran itu dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyapu," tutup Herman. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru