Minggu, 12 April 2026

Program Sekolah Kemitraan Buka Harapan Baru, Arsad Kini Bisa Lanjut Sekolah

Minggu, 13 Juli 2025 07:13 WIB
Program Sekolah Kemitraan Buka Harapan Baru, Arsad Kini Bisa Lanjut Sekolah
Arsad Abi Mubarok, remaja asal Desa Kebonagung, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menerima kunjungan dari pihak sekolah dan perwakilan Dinas Pendidikan, Jumat (11/7/2025).
Semarang (buseronline.com) - Program Sekolah Kemitraan yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi angin segar bagi para siswa dari keluarga kurang mampu.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Arsad Abi Mubarok, remaja asal Desa Kebonagung, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, yang kini bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Arsad, lulusan SMPN 2 Sumowono, sebelumnya sempat terpaksa tinggal di rumah usai kelulusan karena keterbatasan ekonomi. Ayahnya, Ratno Suratmin, merantau ke Kalimantan sebagai buruh proyek dan hanya pulang lima bulan sekali.

Sementara ibunya, Parsiyah, bekerja sebagai buruh tani yang berangkat pagi dan pulang saat matahari terbenam. “Bapak kerja di Kalimantan, pulangnya jarang. Ibu buruh tani. Jadi saya sempat tidak tahu apakah bisa sekolah lagi,” tutur Arsad saat ditemui di rumahnya, Jumat.

Kondisi rumah Arsad pun mencerminkan keterbatasan ekonomi keluarganya. Dinding rumah terbuat dari bata tanpa plester, lantai beralas tikar, dan kamar mandi berada di luar bangunan utama. Untuk kebutuhan air, Arsad masih menimba dari sumur tua secara manual.

Ia mengaku ingin melanjutkan ke SMA Negeri. Namun, sekolah negeri terdekat berada di Ambarawa dengan jarak sekitar 18 kilometer, yang berarti membutuhkan biaya transportasi harian yang tidak sedikit.

Sementara sekolah swasta yang lebih dekat tetap membutuhkan biaya yang tidak mampu ditanggung keluarganya.

Harapan baru muncul ketika Arsad mendapat informasi tentang program Sekolah Kemitraan. Program ini memberikan bantuan penuh bagi siswa kurang mampu untuk bersekolah di swasta tanpa biaya.

Arsad akhirnya diterima di SMA Muhammadiyah Sumowono yang jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari rumah.

“Alhamdulillah saya bisa sekolah lagi. Lewat program dari Pak Gubernur ini saya diterima di SMA Muhammadiyah Sumowono. Sekarang saya bisa fokus belajar tanpa membebani orang tua,” ucap Arsad penuh semangat.

Sekretaris Tim SPMB SMA Muhammadiyah Sumowono, Badriyah menyebut program ini sangat membantu siswa yang terkendala akses dan biaya. Menurutnya, sekolah turut aktif melakukan sosialisasi agar program ini tepat sasaran.

“Program ini sangat bagus. Anak-anak yang tidak mampu tetap bisa sekolah dengan biaya ditanggung pemerintah. Kami mendukung sepenuhnya dan pastikan sesuai kriteria,” kata Badriyah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini menyebut program kemitraan sudah menyerap 2.464 siswa di seluruh Jawa Tengah.

“Pada tahap pertama ada 1.913 siswa, dan tahap kedua 551 siswa. Jadi total sementara ada 2.464 siswa yang terbantu, dan kami masih menunggu proses daftar ulang pada 11 Juli 2025,” jelasnya.

Program Sekolah Kemitraan diharapkan menjadi solusi nyata untuk pemerataan akses pendidikan dan mencegah angka putus sekolah, terutama di kalangan keluarga tidak mampu. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru