Minggu, 12 April 2026

KRAI 2025: Menuju Indonesia sebagai Pusat Robotika Dunia

Jumat, 11 Juli 2025 10:24 WIB
KRAI 2025: Menuju Indonesia sebagai Pusat Robotika Dunia
Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Berry Juliandi, memberikan sambutan pembukaan secara daring dalam ajang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025 di ITB Kampus Jatinangor. (Dok/Diktisaintek)
Jatinangor (buseronline.com) - Kompetisi robot tingkat nasional Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025 resmi digelar di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor pada 6–9 Juli 2025. Ajang bergengsi ini kembali menyita perhatian publik dengan menampilkan inovasi dan kreativitas mahasiswa dari seluruh Indonesia yang bertarung dalam kompetisi robot basket, sejalan dengan tema ABU Robocon 2025 yang akan berlangsung di Mongolia.

KRAI 2025 bukan sekadar ajang lomba adu kecanggihan teknologi robotika, melainkan manifestasi nyata dari komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam membangun karakter, mendorong kolaborasi, dan memperkuat inovasi mahasiswa. Melalui kompetisi ini, diharapkan perguruan tinggi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi nasional dan peningkatan daya saing global.

Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Berry Juliandi, dalam sambutannya saat pembukaan kompetisi tingkat nasional menegaskan bahwa esensi dari kompetisi bukan hanya kemenangan, melainkan proses belajar yang membentuk karakter.

“Perjalanan adik-adik semua hingga sampai ke tahap ini bukanlah hal yang mudah. Di balik pencapaian hari ini pasti ada proses panjang—riset, perancangan, uji coba, kegagalan, hingga kerja sama dalam tim. Proses ini adalah pembelajaran utama dalam kompetisi ini,” ungkap Berry.

Ia juga menekankan bahwa KRAI merupakan wujud kontribusi konkret pendidikan tinggi dalam mencetak generasi pemimpin yang inovatif, solutif, dan tangguh menghadapi masa depan.

“Menjadi juara memang membanggakan, namun yang lebih penting adalah nilai-nilai proses yang telah kalian jalani. Itu yang akan membentuk karakter dan kesiapan menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana KRAI 2025, Vani Virdyawan, menyampaikan bahwa tahun ini KRAI menjadi satu-satunya divisi yang diselenggarakan dalam kerangka Kontes Robot Indonesia (KRI) sebagai penyesuaian terhadap kebijakan baru kementerian dan penyelenggara.

“Tahun ini, dari tujuh divisi yang biasa dipertandingkan dalam KRI, hanya satu yang dipertahankan, yakni Kontes Robot ABU Indonesia. Fokus kami adalah mencari tim terbaik yang siap bertanding di ajang internasional ABU Robocon 2025,” ujar Vani.

Tema yang diangkat adalah robot basketball, mengacu pada tantangan yang akan dihadapi dalam kompetisi internasional mendatang. Sebagai bagian dari persiapan tersebut, KRAI 2025 menjadi ajang krusial untuk menjaring wakil Indonesia ke kancah global.

Rangkaian kegiatan KRAI dimulai sejak 16 Mei 2025 dengan sosialisasi daring, diikuti oleh proses pendaftaran dan pengiriman proposal serta video robot hingga 9 Juni. Dari 40 tim yang mendaftar, 24 tim terbaik lolos ke babak nasional setelah melalui seleksi daring pada 14 Juni. Mereka kemudian bertanding secara langsung di Jatinangor pada 6–7 Juli 2025.

Hasil kompetisi nasional menetapkan tim RIVERA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai juara pertama sekaligus peraih penghargaan strategi terbaik. Tim ini akan menjadi wakil resmi Indonesia di ABU Robocon 2025 di Mongolia.

Sementara itu, juara kedua diraih oleh tim EIRA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dan juara ketiga diperoleh tim Dewaruci dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Tim INVICTO dari Universitas Brawijaya meraih juara harapan, sedangkan penghargaan desain terbaik diberikan kepada tim Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

KRAI 2025 menjadi tonggak penting dalam upaya menempatkan Indonesia pada peta robotika dunia. Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem kompetisi yang mendidik, memberdayakan, dan menginspirasi mahasiswa agar mampu menciptakan inovasi yang berdaya saing global.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas anak muda Indonesia, KRAI menjadi bagian dari ikhtiar besar menuju Indonesia Emas 2045, melalui pembangunan sumber daya manusia unggul di bidang sains, teknologi, dan rekayasa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru