Sorong (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Papua Barat Daya untuk menghadirkan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Daerah guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Papua.
Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada Rapat Koordinasi Pimpinan Yayasan dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta yang digelar di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV, Sorong, Jumat.
Dalam paparannya, Menteri Brian menyoroti tantangan serius yang dihadapi pendidikan tinggi di Tanah Papua, terutama dari sisi keterbatasan ekonomi orang tua mahasiswa. Dari total lebih dari 60 ribu mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Papua, hanya sekitar 27 ribu yang aktif kuliah, sementara sisanya terpaksa berhenti karena kendala biaya.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan KIP Kuliah dari pemerintah pusat. Harus ada gotong royong dengan Pemda untuk menambah jumlah penerima manfaat. Salah satu caranya melalui KIP Kuliah Daerah," ujar Menteri Brian.
Ia mencontohkan langkah Pemda Maluku Utara yang telah berkomitmen menyediakan seribu KIP Kuliah Daerah untuk warganya, dan berharap Papua Barat Daya dapat mengikuti jejak tersebut.
“Tolong dibantu Pak Gubernur (Elisa Kambu), disusun mekanismenya agar program KIP Kuliah Daerah ini bisa segera berjalan dan diberikan kepada para mahasiswa melalui universitas-universitas di Sorong dan sekitarnya,” tambahnya.
Mendiktisaintek juga mendorong pimpinan perguruan tinggi untuk proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi pendanaan.
Menurutnya, sinergi ini tidak hanya penting untuk pembiayaan mahasiswa, tapi juga untuk mendukung riset, inovasi, dan pengembangan kampus.
“Bapak-Ibu pimpinan perguruan tinggi jangan menunggu. Silakan datangi pemerintah daerah. Bapak Gubernur Elisa Kambu dan jajarannya terbukti sangat terbuka dan mendukung pendidikan tinggi,” tegas Menteri Brian.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Kemendiktisaintek. Ia menyebut bahwa Pemda siap berkolaborasi dalam menghadirkan KIP Kuliah Daerah, serta mendorong pengembangan kampus negeri dengan program studi unggulan di wilayahnya.
“Kami siap mendukung, termasuk dalam penyediaan infrastruktur, gedung, lahan, dan sumber daya manusia. Ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas SDM lokal,” kata Gubernur Elisa.
Di kesempatan berbeda, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Papua, Yanti Pesurnay, juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima KIP Kuliah maupun KIP Daerah. Ia berharap agar pemerintah pusat dan daerah terus menambah kuota dan memastikan bantuan ini benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.
“Kami berharap anak-anak Papua Barat Daya dapat terus melanjutkan kuliah tanpa khawatir akan biaya. Dan bagi para penerima KIP Kuliah saat ini, gunakanlah bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan giat agar kelak bisa menjadi generasi yang membangun Papua dan membawa tanah ini ke arah yang lebih baik,” pesannya.
Dengan dorongan kuat dari Kemendiktisaintek dan dukungan pemerintah daerah, diharapkan program KIP Kuliah Daerah dapat segera terwujud dan membuka lebih banyak kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif dan merata di wilayah Papua Barat Daya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar