Minggu, 12 April 2026

Dukung Riset dan Inovasi IoT, Wamendiktisaintek Tinjau Dua Perguruan Tinggi di Kendari

Rabu, 09 Juli 2025 10:07 WIB
Dukung Riset dan Inovasi IoT, Wamendiktisaintek Tinjau Dua Perguruan Tinggi di Kendari
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, berdialog bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari dalam kunjungan kerja ke Kendari, Jumat (4/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Kendari (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, melakukan kunjungan kerja ke dua perguruan tinggi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yaitu Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Jumat.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk berdialog langsung dengan civitas akademika serta meninjau perkembangan riset dan kapasitas pengembangan institusi di kedua kampus tersebut.

Dalam kunjungannya, Wamen Stella menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil riset, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta menyederhanakan regulasi demi mempercepat proses pendanaan penelitian bagi perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Kami ingin membangun ekosistem riset yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada dampak. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah saja, tapi harus dapat dihilirisasi dan menghasilkan manfaat nyata melalui kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah,” ujar Wamen Stella saat berdiskusi dengan civitas akademika UMK.

Rektor UMK, Muhammad Gurdin, dalam kesempatan itu memaparkan capaian universitas yang selama tiga tahun terakhir berhasil masuk ke dalam klaster utama riset di kawasan timur Indonesia.

Ia juga memperkenalkan penelitian unggulan kampusnya, yakni alat tangkap ikan berbasis teknologi lampu celup bawah air yang terintegrasi dengan sensor oseanografi dan printer data real-time.

Inovasi yang telah dikembangkan sejak 2017 ini bahkan sudah dipatenkan dan digunakan oleh nelayan untuk membaca kondisi laut serta memprediksi cuaca, sehingga membantu mengoptimalkan hasil tangkapan.

Menanggapi hal tersebut, Wamen Stella menyampaikan apresiasi dan menyebut bahwa riset terapan seperti ini sejalan dengan prioritas nasional, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya hilirisasi, ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kementerian telah mengalokasikan tambahan dana riset melalui LPDP sebesar Rp1,8 T. Skema ini terbuka luas bagi seluruh peneliti dari PTN maupun PTS, termasuk dari wilayah timur,” jelasnya.

Melanjutkan kunjungannya ke Unsultra, Wamen Stella disambut oleh jajaran dosen dan peneliti lintas disiplin. Salah satu inovasi yang menarik perhatiannya adalah alat berbasis Internet of Things (IoT) dengan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang oleh Hendry Adi dari Fakultas Vokasi.

Alat ini mampu mendeteksi kesuburan tanah secara langsung dan memberikan rekomendasi tanaman yang cocok, sehingga mendukung visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Selain itu, Unsultra juga memperkenalkan teknologi deteksi hama otomatis, rekayasa pantai untuk pengendalian abrasi, serta riset perlindungan konsumen berbasis AI di sektor perbankan. Berbagai inovasi tersebut menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong riset lintas bidang yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan nasional.

Wamen Stella mengapresiasi semangat inovasi tersebut dan menggarisbawahi pentingnya pembentukan research office di setiap kampus. Menurutnya, lembaga riset kampus perlu menjadi penghubung strategis antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah.

“Peneliti harus mampu menyampaikan ide dan hasil risetnya dengan efektif. Riset yang baik adalah riset yang mampu menjawab persoalan riil di masyarakat dan mendukung transformasi sosial maupun ekonomi,” tandasnya.

Dalam sesi dialog dengan mahasiswa di kedua kampus, Wamen Stella juga menanggapi berbagai aspirasi terkait penelitian lingkungan. Salah satunya adalah riset fitoremediasi menggunakan eceng gondok untuk membersihkan air yang tercemar logam berat akibat aktivitas pertambangan.

Menutup kunjungan kerjanya, Wamen Stella menegaskan pentingnya riset berdampak dan pendanaan riset yang inklusif. Ia juga berharap agar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kendari dapat segera memperoleh Surat Keputusan pendirian, sehingga dapat menjadi pusat pendidikan kedokteran unggulan di kawasan timur Indonesia.

“Saya berharap dosen dan mahasiswa dari kedua universitas ini terus menjadi motor penggerak inovasi. Melalui kolaborasi, hilirisasi yang cepat, dan kemitraan strategis dengan dunia industri serta pemerintah daerah, kita dapat menjadikan riset sebagai instrumen utama untuk membawa perubahan nyata bagi kemajuan bangsa,” tutup Wamen Stella. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru