Sabtu, 11 April 2026

Mendiktisaintek: Rekomendasi Raker Perguruan Tinggi se-Papua Akan Ditindaklanjuti

Selasa, 08 Juli 2025 10:20 WIB
Mendiktisaintek: Rekomendasi Raker Perguruan Tinggi se-Papua Akan Ditindaklanjuti
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto menerima cenderamata dari Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu usai membuka Rapat Kerja Pimpinan Yayasan dan PTS se-LLDIKTI Wilayah XIV di Kota Sorong, Papua Barat Daya
Sorong (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti secara konkret rekomendasi Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Yayasan dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Papua yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV di Sorong, Papua Barat Daya, Jumat.

Kegiatan ini menjadi forum koordinasi strategis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penyelenggara pendidikan tinggi swasta guna merumuskan arah kebijakan bersama dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Brian menekankan pentingnya menghadirkan program studi yang relevan dengan potensi sumber daya lokal. Ia juga menyarankan agar percepatan pendirian pendidikan tinggi negeri dapat dimulai melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

“Pak Gubernur, sebelum membuka PTN, supaya cepat, PSDKU saja, tahun depan sudah bisa langsung rekrut untuk prodi-prodi yang tidak ada di PTS-nya,” ujar Menteri Brian.

Ia menambahkan, kementerian siap menunjuk kampus-kampus unggulan seperti ITB, UI, dan UGM sebagai pembina dalam pendampingan program studi baru di Papua.

Selain itu, Menteri Brian mengajak pemerintah daerah agar tak ragu mengalokasikan beasiswa daerah untuk mahasiswa, dengan komitmen kementerian untuk mendukung melalui kolaborasi pusat-daerah.

“Ini bukan hanya soal angka partisipasi kasar, tapi juga soal keadilan dan kesetaraan akses. Semua anak bangsa, termasuk di Papua, harus mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan tinggi,” tegasnya.

Raker LLDikti Wilayah XIV ini menghasilkan lima rekomendasi strategis:

1. Percepatan pembukaan prodi berbasis potensi daerah seperti pertambangan, energi, dan kemaritiman.

2. Penguatan pendanaan pendidikan tinggi melalui skema gotong royong pusat dan daerah.

3. Pendirian kampus negeri atau PSDKU di wilayah yang belum terjangkau PTS maupun PTN.

4. Peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan di wilayah 3T melalui kemitraan dengan perguruan tinggi nasional.

5. Sinkronisasi data dan pemetaan kebutuhan pendidikan tinggi berbasis wilayah adat dan konteks lokal.

Langkah cepat Mendiktisaintek mendapat apresiasi dari para peserta raker. Dalam sesi pleno, Menteri Brian bahkan menyatakan keterbukaannya untuk menetap lebih lama di Papua karena merasakan semangat kolaboratif yang kuat.

“Saya merasa sangat berada seperti di rumah sendiri ketika saya tiga hari ini berkunjung ke Papua. Terus terang, saya merasa jatuh cinta dengan Papua,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

Menteri Brian juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengelola PTS yang telah mendedikasikan diri mencerdaskan generasi muda Papua. “Mutiara-mutiara yang akan memajukan tanah Papua adalah hasil dari didikan dan gemblengan Bapak-Ibu semua,” ujarnya penuh haru.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kemdiktisaintek. Ia mengatakan bahwa sebagian infrastruktur dan sumber daya manusia telah disiapkan untuk mendukung pendirian prodi unggulan di daerahnya.

“Kami siap berkolaborasi dengan ITB, UI, IPB, dan universitas lainnya agar proses pendiriannya bisa dipercepat,” tegas Elisa.

Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Suriel Semuel Mofu, juga menyoroti persoalan mendasar di PTS, yakni keterbatasan ekonomi mahasiswa. Dari sekitar 60 ribu mahasiswa, hanya 27 ribu yang aktif kuliah. Sisanya terpaksa berhenti karena masalah biaya.

“Pemerintah pusat sudah mengalokasikan beasiswa setiap tahun. Tapi perlu ditambah dari pemerintah daerah agar lebih banyak anak Papua bisa kuliah. Kami usulkan agar Pemda bisa membuat program KIP Daerah,” tandasnya.

Raker LLDIKTI XIV turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan pemerintah daerah, anggota legislatif, dan para pimpinan perguruan tinggi se-Papua. Forum ini mempertegas tekad bersama untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kuat, adil, dan berkelanjutan di Tanah Papua. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Pelaksanaan TKA SMP di Banten Lancar, Wamendikdasmen Apresiasi Sekolah
1,8 Juta Lebih Siswa Ikuti Hari Pertama TKA SMP, Pelaksanaan Berjalan Lancar
TKA SMP/MTs Digelar, Siswa SMPLB Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
komentar
beritaTerbaru