Fakfak (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya tiga fungsi utama perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa, yakni mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, mendorong riset dan inovasi, serta menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat sekitar. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), Papua Barat, Jumat.
“Politeknik seperti Polinef harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi daerah. Ini dapat dicapai dengan menguatkan ekosistem pendidikan vokasi, menjalin kemitraan aktif dengan industri dan pemerintah, serta membangun budaya akademik yang inklusif,” ujar Menteri Brian dalam kuliah umumnya di hadapan sivitas akademika Polinef.
Mendiktisaintek juga mengajak seluruh elemen kampus untuk menjadikan perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat aktivitas publik yang mampu memancarkan nilai karakter, keterampilan, dan pengetahuan kepada masyarakat sekitar.
Dalam pesannya, Menteri Brian menekankan urgensi menyiapkan generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan global, serta siap berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Ketersediaan SDM unggul adalah kunci masuknya investasi. Kita tidak boleh kehilangan momentum pertumbuhan. Pendidikan vokasi adalah jalan cepat menuju Indonesia yang produktif dan berdaya saing,” tegasnya.
Direktur Polinef, Muhammad Nur, menyambut baik kehadiran Mendiktisaintek yang dinilainya sebagai tonggak penting transformasi pendidikan vokasi di Papua Barat.
Ia memaparkan bahwa saat ini Polinef tengah mengembangkan delapan program studi baru yang disesuaikan dengan potensi daerah dan kebutuhan industri, antara lain teknologi pertambangan, agribisnis, energi terbarukan, dan administrasi pemerintahan daerah.
Sementara itu, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan Polinef sebagai institusi pencetak tenaga kerja profesional. Ia berharap lulusan Polinef dapat berperan aktif dalam sektor migas dan kelautan yang menjadi potensi utama Fakfak.
“Kami ingin mahasiswa Fakfak jadi pelaku utama pembangunan, bukan hanya menjadi penonton,” tandasnya.
Kunjungan kerja ini juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda penting, di antaranya penyerahan simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 10 mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta peresmian gedung belajar berbasis project based learning terintegrasi dengan konsep Teaching Factory.
Gedung ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran vokasi yang aplikatif, modern, dan kontekstual dengan kebutuhan industri daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Fakfak, Sekretaris Daerah Kabupaten Fakfak, pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Kunjungan Mendiktisaintek ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi vokasi yang merata, terjangkau, dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Papua dan Papua Barat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar