Minggu, 12 April 2026

Mendiktisaintek Berharap Papua Jadi Titik Awal Kemajuan Bangsa

Minggu, 06 Juli 2025 10:53 WIB
Mendiktisaintek Berharap Papua Jadi Titik Awal Kemajuan Bangsa
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memberikan kuliah umum di Universitas Cenderawasih, Jayapura, dalam kunjungan perdananya ke Tanah Papua, Kamis (3/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jayapura (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, melakukan kunjungan kerja perdananya ke Tanah Papua dengan mengunjungi Universitas Cenderawasih (Uncen), Kota Jayapura, pada Kamis.

Kunjungan ini ditandai dengan peresmian Gedung Laboratorium Terpadu SBSN Uncen dan penyerahan secara simbolis beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Dalam sambutannya, Menteri Brian menyampaikan bahwa kunjungannya bukan sekadar tugas formal, tetapi sebagai bentuk komitmen tulus terhadap kemajuan pendidikan di Papua. Ia percaya bahwa semangat anak-anak Papua dapat menjadi fondasi kemajuan bangsa.

“Saya pribadi bukan hanya datang dalam rangka kunjungan kerja, tetapi ini adalah komitmen dari hati yang terdalam. Karena saya percaya semangat tinggi ini akan selalu berkobar. Di sinilah pusat kemajuan Papua akan berlangsung,” ujar Menteri Brian.

Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan dan rasa terima kasih terhadap masyarakat Papua yang terus berjuang di tengah keterbatasan dan tantangan.

Di hadapan lebih dari 1.000 peserta kuliah umum yang terdiri dari mahasiswa, sivitas akademika, dan tokoh masyarakat Papua, Menteri Brian menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi berbasis kemandirian dan inovasi. Ia mendorong agar perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia menjadi pusat solusi untuk berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

“Pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan SDM unggul, tetapi juga harus menjadi pusat riset dan akselerator kebijakan strategis. Apapun kondisinya, sesulit apapun, seberat apapun, sama sekali itu bukan halangan,” katanya.

Salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah, Junior Kamasan Nickolas Komboy, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterimanya.

“Terima kasih Pak Menteri, berkat beasiswa KIP Kuliah saya bisa lanjut kuliah, walau saya dari anak tidak mampu,” ujarnya haru.

Program KIP Kuliah dinilai sebagai solusi nyata dalam mempermudah akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Papua. Selain KIP Kuliah, Mendiktisaintek juga memperkenalkan skema beasiswa lain seperti Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi mahasiswa dari kelompok khusus dan penyandang disabilitas.

Saat ini, Direktorat Belmawa tengah menyusun panduan pembentukan unit layanan disabilitas di kampus-kampus agar pendidikan benar-benar setara bagi semua.

Skema lain yang dikenalkan adalah Beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) dengan kuota minimal 40 persen untuk mahasiswa asal Papua. Fasilitas asrama ini sudah tersedia di Surabaya dan Manado.

Di hadapan Penjabat Gubernur Papua dan para bupati se-Provinsi Papua, Menteri Brian juga mengajak pemerintah daerah untuk berkontribusi dalam penyediaan beasiswa tambahan melalui program KIP Daerah.

“Semoga dari Provinsi juga berkenan terlibat memberikan KIP Daerah,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah daerah telah merespons positif gagasan ini, dan ia berharap agar Papua menjadi bagian dari inisiatif tersebut.

Menteri Brian juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan sebagai lokomotif utama pembangunan nasional.

“Pemerintah berkomitmen menjadikan pendidikan tinggi sebagai prioritas karena inilah yang akan mendorong kemajuan bangsa ke depan,” tegasnya.

Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap perhatian pusat terhadap Papua terus berlanjut.

“Semoga ini bukan kunjungan terakhir, karena Papua masih membutuhkan perhatian dan sentuhan dari pemerintah pusat,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor demi membangun Papua yang sehat, cerdas, dan produktif.

Rektor Universitas Cenderawasih, Dr Oscar Oswald Wambrauw, menilai kunjungan Mendiktisaintek sebagai momen strategis untuk memperkuat peran Uncen sebagai agen perubahan di timur Indonesia.

“Dari Uncen untuk Papua, dari Papua untuk Indonesia. Diktisaintek berdampak, maka Uncen berdampak demi Papua cerdas, Papua sehat, dan Papua sejahtera,” ujar Rektor Wambrauw.

Kunjungan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan perguruan tinggi daerah dalam menciptakan pendidikan tinggi yang inklusif, transformatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat Papua. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru