Minggu, 12 April 2026

Mendiktisaintek Tegaskan Komitmen Percepat Penambahan Jumlah Dokter Sesuai Arahan Presiden RI

Rabu, 02 Juli 2025 10:21 WIB
Mendiktisaintek Tegaskan Komitmen Percepat Penambahan Jumlah Dokter Sesuai Arahan Presiden RI
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Muktamar AIPKI 2025 di Universitas Andalas, Padang, Jumat (27/6/2025). (Dok/Diktisaintek)
Padang (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga medis nasional.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan daring pada Muktamar Asosiasi Institut Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) 2025 yang digelar di Universitas Andalas, Padang, Jumat.

Pernyataan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang sebelumnya menyoroti masih rendahnya ketersediaan dokter dan belum optimalnya proses pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

Presiden juga menekankan perlunya pembenahan sistem pendidikan kedokteran guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di berbagai wilayah, terutama daerah-daerah terpencil.

“Kami menyambut arahan Presiden dengan langkah-langkah konkret untuk menambah fakultas kedokteran dan mempercepat pemenuhan jumlah tenaga medis, baik dokter umum maupun spesialis,” kata Menteri Brian.

Berdasarkan kajian internal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terdapat peluang untuk menambah hingga 165 program studi dokter spesialis dan subspesialis. Selain itu, kementerian juga menargetkan peningkatan kuota mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai bagian dari strategi nasional, Kemdiktisaintek akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus percepatan peningkatan jumlah dokter. Satgas ini akan berfungsi sebagai penyusun kebijakan strategis, sekaligus menjadi motor penggerak percepatan akses, peningkatan kualitas pendidikan dokter, serta pemerataan distribusi tenaga medis di seluruh wilayah Indonesia.

“Transformasi kebijakan untuk percepatan peningkatan akses, kualitas, dan distribusi tenaga medis serta tenaga kesehatan sesuai kebutuhan wilayah mutlak membutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Menteri Brian.

Dalam sambutannya, Menteri Brian juga menyoroti pentingnya reformasi sistem pendidikan kedokteran yang tidak hanya fokus pada aspek kuratif, tetapi juga memperkuat pendekatan promotif dan preventif berbasis keluarga. Ia menekankan perlunya membangun ekosistem yang terintegrasi antara ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Kementerian Kesehatan (Kemkes) dalam pembentukan sistem pendidikan dokter yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pada Senin (30/6/2025), Kemdiktisaintek bersama Kemkes akan meluncurkan Komite Bersama sebagai bentuk kolaborasi antar kementerian.

“Kita harus memperkuat kolaborasi untuk bersama-sama membangun sistem pendidikan dokter yang mampu menjangkau kebutuhan kesehatan nasional secara merata dan berkeadilan,” tegas Menteri Brian di hadapan peserta Muktamar AIPKI.

Dengan komitmen ini, Kemdiktisaintek berharap peningkatan jumlah dan kualitas dokter di Indonesia dapat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan nasional yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru