Jumat, 10 April 2026

Pemprov Jateng Kucurkan Dana Beasiswa Miliaran Rupiah untuk Pendidikan Anak dari Keluarga Miskin

Senin, 30 Juni 2025 12:17 WIB
Pemprov Jateng Kucurkan Dana Beasiswa Miliaran Rupiah untuk Pendidikan Anak dari Keluarga Miskin
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berbincang dengan pimpinan Sekolah Unggulan CT Arsa Foundation usai menghadiri pelepasan Angkatan V di Sukoharjo, Sabtu (28/6/2025). (Dok/Humas Jateng)
Sukoharjo (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Tahun 2025, Pemprov Jateng menganggarkan beasiswa senilai miliaran rupiah untuk ribuan siswa dari keluarga miskin serta anak-anak tidak sekolah (ATS) agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri pelepasan siswa Angkatan V Sekolah Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Sabtu.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama dalam upaya pengentasan kemiskinan secara sistemik.

“Di Jawa Tengah, tingkat kemiskinan masih 9,58 persen. Tapi identitas masyarakat bukan hanya sandang, pangan, papan. Yang paling pokok adalah pendidikan,” ujar Gubernur Luthfi.

Sepanjang tahun 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp2,2 M bagi 1.100 anak tidak sekolah (ATS) yang mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB. Setiap anak menerima beasiswa Rp2 juta, dengan rincian: 200 siswa SMA, 893 siswa SMK, dan 7 siswa SLB.

Selain itu, sebanyak 15.000 siswa dari keluarga miskin juga menerima beasiswa senilai total Rp15 M. Beasiswa ini mencakup 6.000 siswa SMA, 7.000 siswa SMK, dan 2.000 siswa SLB, untuk memenuhi kebutuhan personal peserta didik.

“Ini bagian dari pendekatan sistemik. Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga SDM. Pendidikan adalah investasi masa depan,” jelas mantan Kapolda Jateng itu.

Luthfi menambahkan, ia telah menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk mendukung program tersebut di daerah masing-masing.

“Jika pendidikan anak-anak kita terjamin, maka pengangguran terbuka bisa ditekan, dan beban sosial ekonomi masyarakat berkurang,” tegasnya.

Dalam acara pelepasan siswa, Gubernur Luthfi menyampaikan motivasi kepada 101 lulusan Sekolah Unggulan CT Arsa Foundation yang berasal dari berbagai daerah di Jateng, DIY, dan Madiun Raya.

“Saya anak petani, dulu telur satu dibagi enam. Tapi saya bisa jadi gubernur. Kalian pasti bisa lebih dari saya,” ucapnya memberi semangat.

Meski berasal dari keluarga kurang mampu desil 1, para siswa tersebut berhasil mencetak prestasi membanggakan. Tercatat:

85 siswa diterima di perguruan tinggi negeri terbaik,

7 siswa diterima di perguruan tinggi luar negeri,

7 siswa di kampus swasta ternama,

dan 2 siswa masuk politeknik.

Luthfi menyebut, keberhasilan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kita berupaya memangkas kemiskinan dari sektor pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak semua keluarga bisa keluar dari garis kemiskinan secara langsung. Namun, lewat dukungan beasiswa dan fasilitas pendidikan yang inklusif, peluang anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk sukses semakin besar.

Beberapa siswa menorehkan cerita inspiratif, salah satunya Esa dari Purworejo. Anak tunggal dari ibu tunggal (single parent) ini telah diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Proteksi Tanaman. “Sekarang sedang proses daftar KIP, biar bisa lanjut kuliah dengan beasiswa,” tuturnya.

Sementara itu, Daffa Aziz Firmansyah dari Cilacap mencuri perhatian. Anak petani yang kini menderita stroke ini berhasil diterima di 14 kampus luar negeri, termasuk University of Sydney, Monash University, dan Nanyang Technological University (NTU).

Sang ibu, Suwarti, tak kuasa menahan rasa syukurnya. “Saya petani. Tidak pernah terpikir anak saya bisa kuliah, apalagi sampai ke luar negeri. Ini semua berkat bantuan dan kerja keras anak saya,” ucapnya haru.

Ketua CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan ini lahir dari keprihatinan mendalam pasca-tsunami Aceh dan Medan.

“Cikal bakal kami dari tsunami. Kami menyekolahkan anak-anak Aceh dan Medan. Tahun 2010 kami mulai dirikan sekolah. Sekarang sudah ada 147 sekolah dan masjid berdiri. CT Arsa ditunjuk sebagai percontohan sekolah rakyat,” jelasnya.

Dengan misi memberdayakan anak-anak dari keluarga prasejahtera, CT Arsa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bermutu dan menjangkau kelompok rentan secara berkeadilan.

Melalui kebijakan beasiswa dan dukungan lintas sektor, Pemprov Jawa Tengah menegaskan komitmennya bahwa setiap anak—apapun latar belakang ekonominya—berhak memiliki masa depan yang cerah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Dukung Pembangunan Fakultas Kedokteran UIN Bandung, Syaratkan Akses Gratis bagi Warga Miskin
Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa
Puluhan Suspek Campak Ditemukan, Pemkab Rembang Tingkatkan Kewaspadaan
Momen HUT ke-80 TNI AU, Pesawat Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur
PMI Siap Salurkan Bantuan untuk Warga Iran
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, Perkuat Daya Saing dan Akses Pasar
komentar
beritaTerbaru