Minggu, 12 April 2026

Membangun Masa Depan Pendidikan Tinggi ASEAN: Indonesia Dukung Inklusivitas dan Inovasi

Rabu, 25 Juni 2025 10:22 WIB
Membangun Masa Depan Pendidikan Tinggi ASEAN: Indonesia Dukung Inklusivitas dan Inovasi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan (kedua dari kiri) menerima cendera mata dari perwakilan tuan rumah dalam forum ASEAN Higher Education Ministers Roundtable 2025 di Langkawi, Malaysia, Kamis (19/6/2025). (Dok
Langkawi (buseronline.com) - Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara guna menghadapi tantangan disrupsi global. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam forum “ASEAN Higher Education Ministers Roundtable: Envisioning the Next Decade and Beyond” yang digelar di Langkawi, Malaysia, pada Kamis.

Wamen Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi kekuatan strategis dalam mendorong ketahanan kawasan, inovasi, serta pertumbuhan inklusif di era perubahan yang sangat cepat.

“Pendidikan tinggi harus melampaui pencapaian akademik dan berperan sebagai kekuatan penggerak bagi ketahanan kawasan, kemajuan inklusif, dan inovasi,” ujar Wamen Fauzan dalam sesi pleno forum.

Menurut laporan UNESCO tahun 2024, ketimpangan akses terhadap pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara masih cukup mencolok. Di Indonesia sendiri, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi masih berada di angka 32% berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024. Angka ini mencerminkan masih luasnya ruang peningkatan akses dan pemerataan pendidikan tinggi secara nasional.

Sebagai respons konkret, Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan APK sebesar 38,04% pada tahun 2029, sebagai bagian dari arah pembangunan sumber daya manusia dalam kerangka Asta Cita.

Salah satu hasil utama dari forum ini adalah disepakatinya “ASEAN Leader Declaration on Higher Education”, yang akan diadopsi dalam pertemuan tingkat kepala negara ASEAN mendatang. Deklarasi ini merupakan pembaruan dari Deklarasi Kuala Lumpur 2015, yang kini diarahkan untuk lebih responsif terhadap perkembangan teknologi, perubahan iklim, serta dinamika ketidakpastian global.

“Indonesia mendukung penuh pengembangan Deklarasi ASEAN yang baru. Kami percaya deklarasi ini dapat menjadi panduan strategis dalam lanskap pendidikan tinggi ASEAN yang terus berubah,” kata Wamen Fauzan.

Dalam forum tersebut, Wamen Fauzan turut memperkenalkan inisiatif unggulan Kemdiktisaintek yakni “Diktisaintek Berdampak”, sebuah kebijakan strategis yang mendorong penguatan sinergi antara kampus, industri, dan komunitas lokal. Program ini mengedepankan pengembangan keterampilan digital, riset terapan, serta penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan masa depan.

“Dengan visi bersama dan aksi kolaboratif, kita dapat membangun ekosistem pendidikan tinggi ASEAN yang inklusif, inovatif, dan berdampak,” ujar Fauzan.

Di sela-sela kegiatan roundtable, Wamen Fauzan juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, YB Dato’ Seri Diraja Dr Zambry Abdul Kadir. Keduanya membahas berbagai isu strategis dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, termasuk finalisasi naskah kerja sama bilateral sebagai dasar pelaksanaan program antarnegara.

Langkah-langkah ini mencerminkan kesungguhan Indonesia untuk tidak hanya membangun pendidikan tinggi yang kokoh di dalam negeri, tetapi juga aktif dalam ekosistem pendidikan tinggi regional dan global.

Forum para menteri pendidikan tinggi ASEAN tahun ini menjadi tonggak penting dalam menyusun masa depan pendidikan tinggi kawasan. Indonesia mendorong semangat “bergerak bersama” dalam memastikan pendidikan tinggi menjadi inklusif, adaptif, dan transformatif, sehingga dapat menjawab tantangan zaman dan membuka peluang bagi generasi muda di seluruh Asia Tenggara.

“Mari kita bangun masa depan pendidikan tinggi yang memberi ruang tumbuh bagi semua, menegaskan kembali bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan kolaborasi adalah kunci menghadapi disrupsi global,” tutup Wamen Fauzan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru