Minggu, 12 April 2026

Wakili Indonesia, Guru MAN 1 Surakarta Ikut Program BELIA Islam MABIMS 2.0 Brunei Darussalam

Senin, 23 Juni 2025 10:23 WIB
Wakili Indonesia, Guru MAN 1 Surakarta Ikut Program BELIA Islam MABIMS 2.0 Brunei Darussalam
Cahyo Nur Pambudi, guru MAN 1 Surakarta, terpilih sebagai peserta Program Bengkel E to Soul BELIA Islam MABIMS 2.0 yang akan digelar di Brunei Darussalam. (Dok/Kemenag)
Surakarta (buseronline.com) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta. Salah satu guru terbaiknya, Cahyo Nur Pambudi, resmi terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Program Bengkel E to Soul BELIA Islam MABIMS 2.0, yang akan digelar di Brunei Darussalam pada 23–25 Juni 2025.

Program BELIA Islam MABIMS merupakan bagian dari forum kerja sama strategis negara-negara Islam Asia Tenggara yang tergabung dalam MABIMS (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura). Tahun ini, program tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Brunei Darussalam, bekerja sama dengan Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenag RI.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam mendorong penguatan kapasitas pemuda dan pendidik Islam yang berwawasan kebangsaan, inklusif, dan moderat, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi di tengah dinamika global.

“Partisipasi Cahyo dalam program ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga tempat lahirnya pendidik muda yang mampu tampil di panggung internasional membawa semangat Islam moderat dan kolaboratif,” ungkap Kepala MAN 1 Surakarta, Ahmad Wardimin, Jumat (20/6/2025).

Wardimin menegaskan bahwa keikutsertaan Cahyo adalah bukti nyata keseriusan MAN 1 Surakarta dalam mendukung agenda Moderasi Beragama yang diusung Kementerian Agama. Ia berharap, pengalaman internasional ini akan memperkaya pembelajaran di madrasah dan menginspirasi guru serta siswa lainnya.

Program BELIA Islam MABIMS 2.0 bukan sekadar forum diskusi, melainkan platform pelatihan intensif yang melibatkan peserta terpilih dari negara anggota MABIMS. Adapun topik strategis yang akan dibahas antara lain:

Pendidikan Islam yang kontekstual dan moderat

Kepemimpinan generasi muda Muslim

Manajemen organisasi keagamaan berkelanjutan

Kegiatan sosial berbasis nilai keislaman universal

Penguatan interaksi lintas budaya dan keterampilan keagamaan

Program ini bertujuan menciptakan komunitas pemuda Islam yang memiliki integritas, inklusif, dan menjadi agen perdamaian dalam menjawab tantangan global.

Cahyo Nur Pambudi sendiri dikenal sebagai pembina keagamaan aktif di MAN 1 Surakarta. Ia juga kerap menjadi pengisi kajian Islam moderat serta konsisten membina siswa dalam bidang dakwah dan pengembangan karakter. Terpilihnya Cahyo menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya selama ini dalam dunia pendidikan dan penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

“Ini bukan hanya ajang internasional biasa. Ini adalah batu loncatan penting bagi guru madrasah untuk tumbuh, belajar, dan memperkuat kontribusinya dalam dakwah Islam yang damai di tingkat global,” tutup Ahmad Wardimin.

Program BELIA Islam MABIMS 2.0 diharapkan menjadi tonggak baru dalam kolaborasi lintas negara untuk memperkuat pendidikan Islam yang relevan, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus membawa nama baik madrasah Indonesia ke kancah internasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru