Minggu, 12 April 2026

Wamen Stella: Sinergi Industri dan Kampus Kunci Cetak SDM Unggul

Sabtu, 14 Juni 2025 07:17 WIB
Wamen Stella: Sinergi Industri dan Kampus Kunci Cetak SDM Unggul
Wamen Stella Christie berbicara dalam sesi diskusi International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, Kamis (12/6/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara dunia industri dan perguruan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Hal ini disampaikannya dalam rangkaian International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis, di Jakarta.

Dalam paparannya sebagai narasumber, Wamen Stella menyoroti realitas kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi dengan tuntutan dunia industri. Menurutnya, fenomena ini merupakan tantangan global yang membutuhkan pendekatan sistemik.

“Gap antara kebutuhan industri dan lulusan pendidikan tinggi itu nyata. Dan situasi ini selalu terjadi karena pergerakan industri jauh lebih cepat daripada kurikulum,” tegas Stella di hadapan peserta konferensi yang terdiri atas perwakilan kementerian, pelaku industri, akademisi, dan mahasiswa.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Kemdiktisaintek telah menetapkan dua jalur utama dalam agenda reformasi pendidikan tinggi. Jalur pertama adalah mendorong keterlibatan langsung pelaku industri dalam pengembangan kurikulum dan program pembelajaran di kampus.

“Industri harus berpartisipasi dalam membentuk kurikulum. Ini bukan hanya tugas kampus, tetapi juga tanggung jawab industri untuk menyesuaikan diri dan berkolaborasi dengan dunia pendidikan,” ujar Stella.

Ia menambahkan, kementerian telah meluncurkan Program Industri Vokasional sebagai platform strategis untuk memadankan kebutuhan riil industri dengan sistem pendidikan vokasi dan universitas.

“Kami ingin universitas bekerja sama dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Kuncinya adalah pendidikan yang benar-benar dipadankan dengan industri,” tambahnya.

Jalur kedua, menurut Wamen Stella, adalah transformasi kampus sebagai pusat penciptaan industri masa depan. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ekosistem riset dan inovasi, bukan sekadar institusi penghasil tenaga kerja.

“Kita perlu mendidik mahasiswa untuk memiliki mindset penelitian. Inovasi bukan sekadar tambahan, tetapi inti dari pendidikan tinggi masa kini,” jelasnya.

Saat sesi diskusi, Stella juga menyinggung tantangan internal dalam mewujudkan kampus sebagai laboratorium inovasi. Menurutnya, perlu kesadaran kolektif dan dukungan konkret dari dunia usaha agar kolaborasi berjalan optimal.

“Kalau kita ingin kampus menjadi pusat inovasi, maka harus ada dorongan nyata dari industri yang melihat nilai dari keterlibatan mereka. Pemadanan kurikulum hanya bisa efektif jika industri benar-benar merasa butuh dan siap berkolaborasi dengan pendidikan tinggi,” paparnya.

Di akhir sesi, Stella menyebutkan bahwa dirinya bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto tengah mendorong studi berbasis data untuk membuktikan dampak langsung investasi pada riset dan pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita ingin menunjukkan secara empiris bahwa riset dan pendidikan bukan beban anggaran, melainkan investasi jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru