Sabtu, 11 April 2026

Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat TVET dalam Forum BRICS ke-12 di Brasilia

Rabu, 11 Juni 2025 10:06 WIB
Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat TVET dalam Forum BRICS ke-12 di Brasilia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia Brian Yuliarto berfoto bersama delegasi negara anggota BRICS dalam Forum BRICS ke-12 di Brasilia, Brasil, yang membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan vokasi (TVET).
Brasilia (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mewakili Indonesia dalam Forum BRICS ke-12 yang diselenggarakan di Brasilia, Brasil.

Dalam forum yang mempertemukan negara-negara anggota dan mitra BRICS tersebut, Menteri Brian menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan (TVET) sebagai pilar utama pendidikan yang inklusif, adil, dan berdaya saing global.

Dalam sesi The BRICS TVET Cooperation Alliance, masing-masing negara berbagi perkembangan terkini mengenai sistem TVET di negara mereka. Menteri Brian, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Brasil atas penyelenggaraan forum ini.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk berpartisipasi dalam dialog mengenai isu-isu pendidikan yang strategis ini,” ujar Brian.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan TVET sebagai jawaban atas tantangan ketenagakerjaan dan revolusi industri.

TVET dinilai memiliki peran krusial dalam membekali individu dengan keterampilan praktis yang relevan, menjembatani kesenjangan keterampilan, dan meningkatkan kemampuan kerja.

Sejak tahun 2016, Indonesia telah memprioritaskan revitalisasi pendidikan kejuruan, dengan lebih dari 14.000 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beroperasi di seluruh negeri dan melayani lebih dari 4,9 juta siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.

Untuk menjamin akses pendidikan yang merata, pemerintah juga menyediakan beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Dalam bidang pendidikan tinggi, Kementerian juga meluncurkan Program Diktisaintek Berdampak yang menempatkan politeknik sebagai pusat pendidikan terapan dan inovasi.

Pemerintah memperluas program diploma dan gelar terapan, serta memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan industri, guna memastikan lulusan siap menghadapi tuntutan dunia kerja abad ke-21.

Menteri Brian juga menekankan pentingnya penggabungan transformasi digital dan kompetensi ekonomi hijau dalam sistem TVET Indonesia. “Kami percaya bahwa kolaborasi antarnegara dalam BRICS dapat mendorong inovasi yang bermakna dan pertumbuhan inklusif bagi seluruh pihak,” ungkapnya.

Sebagai peserta baru dalam kerja sama BRICS, Indonesia menyatakan komitmen untuk aktif terlibat dan saling belajar dalam mendorong agenda pendidikan global.

“Kami sangat ingin berkontribusi pada tujuan kerjasama BRICS dan meminta bimbingan serta kerja sama ke depan,” tutup Brian.

Forum BRICS ke-12 juga menghasilkan dokumen penting berupa TVET Cooperation Alliance (TCA) Charter sebagai panduan kerja sama dalam bidang pelatihan vokasi, serta pengesahan akses Indonesia terhadap MoU BRICS Network University (NU), yang memungkinkan 22 perguruan tinggi dari Indonesia bergabung dalam kelompok tematik universitas BRICS.

Pertemuan ini menjadi tonggak penting bagi negara-negara BRICS dan mitranya dalam mendorong pertukaran praktik terbaik dan pengembangan sistem pendidikan tinggi dan vokasi yang adaptif terhadap tantangan global, demi masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat
komentar
beritaTerbaru