Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto menerima audiensi dari jajaran pimpinan Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) di kantor Kementerian, Selasa.
Pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk menyampaikan berbagai usulan dan masukan dalam rangka memperkuat sistem pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Mendiktisaintek menyampaikan apresiasi atas peran signifikan politeknik swasta dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan siap kerja.
“Kami sangat senang akhirnya dapat bertemu secara langsung. Kami melihat politeknik memiliki peran penting dalam mendukung proses industrialisasi yang kian cepat. Lulusan-lulusan vokasi sangat dibutuhkan, dan kami ucapkan terima kasih atas peran besar bapak-ibu sekalian,” ujar Menteri Brian.
Ketua Umum Pelita, Akhwanul Akhmal memaparkan sejumlah tantangan strategis yang dihadapi pendidikan vokasi di tanah air, mulai dari rendahnya minat masyarakat hingga masih kuatnya stigma terhadap jalur pendidikan vokasional.
Ia mengusulkan model pengelompokan institusi pendidikan tinggi menjadi dua kategori utama: universitas dan universitas terapan, agar identitas dan arah kebijakan pendidikan tinggi lebih terfokus dan jelas di mata publik.
Sementara itu, Ketua Bidang Kelembagaan Pelita, Dadang Syarif Sihabudin Sahid, menyoroti kondisi kelembagaan politeknik swasta di Indonesia.
Dari total 328 politeknik negeri dan swasta, sebanyak 62 persen merupakan politeknik swasta. Namun, mayoritas masih memiliki akreditasi C.
Ia menekankan perlunya penguatan filosofi pendidikan vokasi dalam proses akreditasi agar lebih berdampak dan kontekstual.
Merespons berbagai masukan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Pelita.
Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi bukan soal kelas, tetapi soal minat dan bakat.
“Bukan soal kelas, melainkan soal passion. Ada yang berbakat di pemikiran, ada yang di keterampilan. Ini semua butuh ruang,” tegas Dirjen Khairul.
Terkait wacana transformasi politeknik menjadi universitas terapan, Khairul menilai ide tersebut menarik, namun perlu dikaji lebih lanjut dari sisi struktur kelembagaan dan regulasi yang berlaku.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah dan Pelita untuk melanjutkan dialog serta memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi vokasi yang lebih adaptif, inklusif, dan terhubung erat dengan kebutuhan industri. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar