Minggu, 12 April 2026

Kemdiktisaintek Luncurkan Beasiswa Doktor untuk Dosen, Targetkan 5.000 Penerima

Selasa, 03 Juni 2025 10:45 WIB
Kemdiktisaintek Luncurkan Beasiswa Doktor untuk Dosen, Targetkan 5.000 Penerima
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto (tengah) bersama jajaran Kemdiktisaintek dan anggota Komisi X DPR RI secara simbolis meluncurkan Program Beasiswa Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Beasiswa Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) sebagai bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional.

Program ini diluncurkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, Senin.

Dalam sambutannya, Menteri Brian menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi langsung dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, khususnya pada poin keempat yang menekankan pentingnya pembangunan SDM, pengembangan sains dan teknologi, pendidikan, serta pemberdayaan kelompok rentan.

“Program beasiswa ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar Doktor, guna mendorong kualitas dan daya saing perguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga sangat penting karena dengan gelar Doktor, kesejahteraan dosen bisa meningkat,” ujar Brian.

Program PDDI menargetkan 5.000 dosen penerima beasiswa dengan dua skema utama, yaitu single degree di dalam negeri dan joint/double degree yang memungkinkan pengalaman studi di luar negeri.

Program ini terbuka untuk dosen dari perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek. Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Indonesia saat ini memiliki 4.687 perguruan tinggi, yang terdiri dari 128 perguruan tinggi negeri dan 4.559 swasta.

Jumlah dosen tercatat mencapai 335.014 orang, namun baru 25 persen (84.618 orang) yang memiliki gelar Doktor (S3), sedangkan 75 persen lainnya (249.692 orang) masih berkualifikasi Magister (S2).

Peluncuran program ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Dr Togar Mangihut Simatupang, yang menekankan pentingnya konsolidasi pembangunan SDM di pendidikan tinggi dengan dukungan anggaran yang tepat sasaran.

“Peningkatan produktivitas tenaga kerja hanya bisa dicapai melalui peta jalan yang jelas dan terukur, serta hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata Togar.

Dukungan juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang menyatakan bahwa dosen merupakan investasi strategis bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

“Kami yakin, mengalokasikan anggaran untuk program Doktor adalah investasi yang sangat berharga. Harapannya, para dosen bisa terus menghasilkan inovasi yang berdampak baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Henri Tambunan yang juga menjadi pengampu program, menyampaikan bahwa dosen yang berminat harus mempersiapkan program studi S3 dan bidang riset yang akan diambil.

Ia juga mendorong agar riset dosen diarahkan pada isu-isu strategis nasional dan sejalan dengan Asta Cita. “Dengan beasiswa ini, ekosistem pendidikan tinggi Indonesia akan semakin kokoh dan mampu berkompetisi di tingkat global,” kata Henri.

Peluncuran program PDDI ini juga dihadiri oleh pimpinan Komisi X DPR RI lainnya, seperti Himmatul Aliyah dan Mahfudz Abdurrahman, serta para pejabat eselon I dan II Kemdiktisaintek.

Harapannya, program ini dapat menjadi langkah konkret dalam membangun Indonesia yang maju melalui pendidikan tinggi yang berkualitas dan berorientasi pada riset. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru