Sabtu, 11 April 2026

Dirjen Dikti Apresiasi Program “Satu Desa Satu Sarjana” Deliserdang

Senin, 02 Juni 2025 10:25 WIB
Dirjen Dikti Apresiasi Program “Satu Desa Satu Sarjana” Deliserdang
Foto bersama Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI bersama Dirjen Dikti Kemdiktisaintek dan jajaran Pemerintah Kabupaten Deliserdang usai pertemuan di Aula Pemkab Deliserdang, Rabu (28/5/2025).
Deliserdang (buseronline.com) - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Deliserdang yang mendorong akses pendidikan tinggi melalui program unggulan “Satu Desa Satu Sarjana”.

Hal ini disampaikannya saat mendampingi Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Deliserdang, Rabu (28/5/2025).

Menurut Dirjen Khairul, program tersebut merupakan contoh inspiratif yang patut ditiru oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

“Ini adalah sebuah contoh baik yang perlu ditiru. Inisiatif seperti ini sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara nasional, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masih tergolong rendah, dengan peningkatan rata-rata hanya 0,5% per tahun.

Untuk itu, Kemdiktisaintek menargetkan APK mencapai 39% dalam lima tahun ke depan, dan hal tersebut memerlukan akselerasi melalui kolaborasi antara pusat dan daerah.

“Mendiktisaintek selalu menggaungkan pentingnya gotong royong antara pusat dan daerah. Karena itu, kami juga mendorong pemerintah daerah membuat Program KIP Kuliah Daerah sebagai pelengkap dari KIP Kuliah yang sudah ada dari pusat. Jika Deliserdang ikut serta, kami siap menjalin kolaborasi,” tegas Khairul.

Ia juga memaparkan paradigma baru kementeriannya yang disebut “Diktisaintek Berdampak”, yang menekankan peran kampus sebagai aktor perubahan di masyarakat.

Dengan paradigma ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mencetak lulusan, tetapi turut serta memberikan solusi atas persoalan-persoalan nyata yang dihadapi daerah.

“Kami ingin kampus menjadi agen perubahan. Pemerintah daerah bisa menyampaikan permasalahan lapangan kepada perguruan tinggi, dan kami akan mendukung kampus untuk proaktif merespons,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Khairul juga menanggapi persoalan kurangnya guru bagi anak berkebutuhan khusus.

Ia menyatakan kesiapan Kemdiktisaintek untuk mengkaji pembukaan program studi khusus bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di perguruan tinggi, jika dibutuhkan.

“Mahasiswa penyandang disabilitas menjadi perhatian kami. Jika ada kebutuhan mendesak, kami siap memberikan mandat kepada kampus untuk membuka program tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI, Sofyan Tan menyebut bahwa kunjungan ini bertujuan menyerap langsung masukan dari daerah untuk penyusunan Panitia Kerja (Panja) Pendidikan Tinggi dan Panja Pendidikan di daerah 3T serta marginal.

“Apa yang disampaikan hari ini akan kami bawa sebagai bahan rujukan dalam perumusan kebijakan nasional,” ujar Sofyan.

Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan menyampaikan komitmen kuat Pemkab Deliserdang untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, termasuk perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kami terus berupaya membuka akses dan meningkatkan layanan pendidikan. Harapan kami, kunjungan ini akan memperkuat sinergi antara program daerah dan prioritas nasional,” ucapnya.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum untuk memantau implementasi rekomendasi Panja Pengawasan Komisi X sebelumnya, serta mengidentifikasi langkah-langkah strategis dalam pembangunan sektor pendidikan dan riset di daerah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara
Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur
komentar
beritaTerbaru