Selasa, 07 April 2026

Transformasi Pendidikan dan Inovasi Berbasis Sains dan Teknologi Jadi Fokus Kemdiktisaintek

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 30 Mei 2025 12:11 WIB
Transformasi Pendidikan dan Inovasi Berbasis Sains dan Teknologi Jadi Fokus Kemdiktisaintek
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Najib, berbicara dalam kegiatan “Ngopi Bareng Kemdiktisaintek” bersama Sesditjen Saintek Samsuri dan Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi Adi Nuryanto di Jakarta, Selasa (27/5/2025). (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan dan penguatan ekosistem sains dan teknologi di Indonesia. Komitmen ini menjadi sorotan utama dalam acara Ngopi Bareng Ditjen Saintek yang diselenggarakan pada Selasa di Jakarta.

Melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), Kemdiktisaintek menggulirkan berbagai program strategis yang akan dijalankan oleh tiga direktorat utama di bawah naungannya, yakni Direktorat Bina Talenta, Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, serta Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi.

Dirjen Saintek, Najib, menyampaikan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup dilakukan lewat pembaruan kurikulum semata. Diperlukan ekosistem yang mampu menunjang inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan melahirkan solusi atas tantangan bangsa melalui sains dan teknologi.

“Transformasi pendidikan berbasis sains dan teknologi bukan hanya soal kurikulum, tapi soal menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi, kolaborasi, dan solusi bagi masa depan Indonesia,” ujar Najib.

Ditjen Saintek memperkenalkan sejumlah program unggulan, seperti pendirian dan transformasi SMA Garuda, program SATU untuk mempermudah akses jurnal ilmiah, penyusunan model pembelajaran transformatif, dan peluncuran program Rapsodi Saintek Nasional untuk memperkuat diseminasi serta pemanfaatan ilmu pengetahuan secara luas.

Direktorat Bina Talenta akan fokus mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul dalam bidang sains dan teknologi. Sementara itu, Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif mengembangkan kompetensi guru-guru terbaik dari berbagai daerah untuk melahirkan generasi muda yang siap bergabung dalam ekosistem Garuda. Di sisi lain, Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi menggandeng asosiasi ilmuwan, industri, kampus, masyarakat umum, serta media sebagai mitra strategis.

Pada kesempatan yang sama, Sesditjen Saintek, Samsuri, menekankan pentingnya membangun scientific temper sejak dini agar Indonesia mampu mencetak ilmuwan kelas dunia.

“Pada level penelitian, para saintis dan dosen kita telah melakukan riset-riset luar biasa. Jadi ke depan, kita ingin melihat penerima penghargaan internasional bahkan Nobel berasal dari Indonesia,” jelas Samsuri.

Lebih lanjut, penguatan ekosistem sains dan teknologi akan dilakukan melalui pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), yang terintegrasi dengan pendanaan hibah kreativitas bagi siswa, mahasiswa, dan peneliti.

Tiga aspek utama yang menjadi fondasi pembangunan ekosistem saintek disebutkan dalam kegiatan ini, yaitu Scientific Temper, Scientific Culture, dan Scientific Solution.

Scientific temper menciptakan karakter berpikir ilmiah yang logis dan rasional. Scientific culture diharapkan membentuk norma sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan. Sedangkan scientific solution menjadi muara dari proses tersebut, yakni terwujudnya inovasi nyata sebagai hasil riset yang mampu menyelesaikan persoalan publik.

Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi, Adi Nuryanto, turut hadir dalam kegiatan ini dan menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program-program yang dirancang tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama.

Program-program Ditjen Saintek ini dirancang untuk mendukung misi Asta Cita dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam membangun Indonesia yang berdaulat secara ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pendekatan kolaboratif dan transformatif, Kemdiktisaintek berharap ekosistem saintek Indonesia mampu tumbuh kuat dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru