Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) secara resmi meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch IX pada Senin.
Peluncuran dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, bersama Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Sri Suning Kusumawardani.
Program strategis ini bertujuan mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul di perguruan tinggi melalui jalur pendidikan terintegrasi magister dan doktor dalam waktu empat tahun.
PMDSU juga dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, memperluas jejaring penelitian nasional maupun internasional, serta selaras dengan visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam menjadikan pendidikan tinggi dan riset sebagai tulang punggung transformasi bangsa.
Pada peluncuran Batch IX ini, PMDSU memperkenalkan dua skema utama, yaitu PMDSU Reguler dan PMDSU Joint Degree. Kedua skema ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem program pascasarjana, tidak hanya di tingkat individu, tetapi juga secara kelembagaan.
“Program ini dapat memperkuat kelembagaan program pascasarjana di Indonesia dan memperluas akses bagi masyarakat secara lebih efisien. Kita juga menguatkan skema joint degree untuk mengekspos peserta didik terhadap perguruan tinggi luar negeri,” ungkap Dirjen Dikti, Khairul Munadi.
Sebanyak 27 perguruan tinggi mitra ikut serta dalam Batch IX ini, terdiri atas 21 penyelenggara lama dan 6 perguruan tinggi penyelenggara baru, yakni Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Untuk mendukung pelaksanaan program, sebanyak 151 promotor ditetapkan untuk skema Reguler dan 6 promotor untuk skema Joint Degree. Adapun rumpun ilmu yang dicakup meliputi Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Ilmu Penciptaan Seni Budaya, serta Ilmu Pengkajian Budaya.
Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2013, PMDSU telah mencatatkan 18.419 peminat, dengan melibatkan 1.168 promotor dari 27 perguruan tinggi penyelenggara. Program ini berhasil meluluskan 1.565 mahasiswa dan menghasilkan 2.839 artikel ilmiah, di mana 2.091 di antaranya telah terindeks internasional bereputasi.
“Mahasiswa PMDSU dapat mencapai gelar doktoral dalam waktu empat tahun. Kami mengidentifikasi bahwa kualitas lulusan PMDSU telah sama dengan lulusan perguruan tinggi luar negeri,” tegas Sri Suning Kusumawardani.
Lulusan PMDSU tercatat menempati beragam posisi strategis: 57,7% berkarier sebagai dosen, 22,48% sebagai peneliti, dan 19,75% lainnya sebagai praktisi industri, perekayasa, atau guru.
Kemdiktisaintek menjamin keberlanjutan program melalui dukungan kebijakan, pendanaan riset, serta fasilitasi kemitraan internasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam pernyataan terpisah menegaskan pentingnya komitmen seluruh pemangku kepentingan.
“Percepatan tidak berarti pelonggaran. Justru, pendekatan ini menuntut komitmen, kedisiplinan, dan integritas yang tinggi dari mahasiswa maupun promotor,” ujarnya.
Program PMDSU dinilai sebagai katalisator budaya akademik di perguruan tinggi Indonesia. Melalui penguatan keilmuan, produktivitas promotor, dan kolaborasi antarkampus, PMDSU diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual yang kompeten dan berdampak di berbagai lini.
“Ini adalah momentum penting dalam perjalanan transformasi pendidikan tinggi Indonesia. Mari kita bergandeng tangan untuk menciptakan doktor-doktor muda yang tidak hanya cakap di ruang laboratorium, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tutup Dirjen Khairul Munadi.
Dengan kualitas lulusan yang kompetitif secara global dan efisiensi pembiayaan, PMDSU Batch IX diyakini menjadi investasi strategis untuk memperkuat sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi nasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar