Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang merata dan berkualitas hingga ke seluruh pelosok Indonesia.
Melalui program “Diktisaintek Berdampak”, Kemdiktisaintek menargetkan percepatan pengembangan pendidikan tinggi di wilayah timur, termasuk Tanah Papua.
Langkah konkret dilakukan melalui pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Filep Wamafwa, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV, Suriel Semuel Mofu, pada Kamis, di Jakarta.
Papua saat ini memiliki lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS), namun distribusinya dinilai masih belum merata.
Menanggapi kondisi ini, Menteri Brian menyatakan komitmennya untuk meninjau langsung ekosistem pendidikan tinggi di Papua.
“Kami berencana datang ke Papua. Kita akan atur dalam waktu dekat berkunjung ke sana, karena memang daerah lain sudah, saatnya daerah paling timur kita datangi,” tegas Brian.
Agenda kunjungan kerja tersebut akan melibatkan rapat koordinasi bersama pimpinan perguruan tinggi, Gubernur Papua, DPRD, serta tokoh masyarakat setempat. Salah satu fokus utama adalah peninjauan lokasi potensial untuk pendirian PTN baru di Kabupaten Sorong, sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan tinggi.
Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafwa, menyambut baik inisiatif Kemdiktisaintek dan menyatakan kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan SDM Papua. “Kami ingin menjemput bola dalam percepatan pembangunan SDM di Papua. Kami siap mendukung penuh inisiatif pemerintah pusat untuk mendorong kehadiran PTN baru di Sorong,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, di antaranya kebutuhan fasilitas laboratorium, peningkatan kualitas dosen, dukungan anggaran pendidikan, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Pihak Papua juga mengusulkan adanya program kemitraan antara perguruan tinggi lokal dengan kampus unggulan nasional guna meningkatkan kapasitas kelembagaan.
Merespons tantangan tersebut, Kemdiktisaintek berencana menerbitkan surat edaran khusus yang mengatur penguatan kelembagaan pendidikan tinggi di Papua. Kebijakan ini akan disesuaikan dengan konteks otonomi khusus yang berlaku di wilayah tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat hadirnya sistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia Timur, serta memperkuat daya saing SDM Papua di kancah nasional maupun global.
Dalam kesempatan itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto turut didampingi Staf Khusus Mendiktisaintek Tjitjik Sri Tjahjandarie, Direktur Kelembagaan Muhammad Najib, dan Kepala Biro SDM Bhimo Widyo Andoko.
Program “Diktisaintek Berdampak” menjadi salah satu pilar transformasi pendidikan tinggi nasional, yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga mendorong hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar